Cegah Kematian Bayi karena Penyakit Jantung Bawaan, Kenali Tandanya Sejak Dini

M. Reza Sulaiman

Selasa, 14 Desember 2021 | 18:15 WIB
Cegah Kematian Bayi karena Penyakit Jantung Bawaan, Kenali Tandanya Sejak Dini
Ilustrasi penyakit jantung bawaan pada bayi. [Shutterstock/Nikkos]

Suara.com - Kematian bayi masih menjadi masalah kesehatan anak di Indonesia yang perlu mendapat perhatian serius.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, sekitar 80 persen dari bayi baru lahir yang meninggal 6 hari pertama setelah kelahirannya ternyata diakibatkan oleh kelainan kongenital, salah satunya adalah Penyakit Jantung Bawaan (PJB).

Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Kesehatan (CDC) Amerika Serikat bahkan menyebutkan bahwa 1 dari 100 bayi baru lahir di dunia mengalami Penyakit Jantung Bawaan.

Untuk mencegah kematian karena penyakit ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meluncurkan program Inpost (Indonesian Newborn Pulse Oxymetry Screening Training) yakni Pelatihan Skrining PJB Kritis selama satu (1) hari untuk tenaga kesehatan dokter, bidan, dan perawat; serta Ponsel (Pulse Oximetry Newborn Screening E-learning) yaitu Pembelajaran skrining PJB Kritis selama satu bulan untuk tenaga kesehatan.

Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).
Ilustrasi jantung manusia (Shutterstock).

Kedua program ini bertujuan untuk membantu menurunkan Angka Kematian Bayi dan Anak sehingga kualitas hidup anak yang baik bisa tercapai.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengatakan penyakit jantung bawaan perlu dikenali oleh garda terdepan kesehatan anak yakni bidan, dokter umum, atau dokter anak yang menolong persalinan atau Sectio (Cesar).

"Kami di IDAI berharap dengan program pelatihan yang akan diadakan oleh IDAI dan kementerian Kesehatan akan bisa membantu para tenaga kesehatan yang menangani kelahiran dan anak untuk melakukan deteksi dini terhadap Penyakit Jantung Bawaan. IDAI berkomitmen untuk membantu menurunkan Angka Kematian Bayi dan Anak karena anak adalah masa depan bangsa," terangnya dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com.

Dikatakan oleh Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia, DR Emi Nurjasmi, M.Kes, Peran bidan sangat penting dalam melakukan skrining saat ANC dan dilakukan secara terintegrasi dan kolaborasi dengan dokter untuk pemeriksaan Kesehatan ibu dan janin secara komprehensif sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya.

Bidan sebagai penolong persalinan harus melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap bayi segera setelah lahir untuk mengetahui adanya gangguan sejak awal kelahiran, sehingga apabila ditemukan gangguan/kelainan dapat diantisipasi sedini mungkin, dan bidan harus segera melakukan rujukan dan kolaborasi dengan dokter spesialis Anak.

baca juga

Sementara itu, dr. Erna Mulati. M.Sc-CMFM Direktur Kesehatan Keluarga (Ditkesga) dari Kementerian Kesehatan RI mengatakan bahwa Penyakit Jantung Bawaan Kritis atau Critical Congenital Heart Disease (CCHD) merupakan salah satu dari delapan kelainan bawaan prioritas yang mendapat perhatian dari Pemerintah.

Untuk mendukung kegiatan pencegahan dan penanggulangan Penyakit Jantung Bawaan, salah salah satu kebijakan Kementerian Kesehatan RI adalah memantapkan sistem informasi kelainan bawaan dengan membangun surveilans kelainan bawaan prioritas dan memantapkan mekanisme monitoring dan evaluasi.

Selain itu Kementerian Kesehatan RI juga telah memberikan pelatihan surveilans kelainan bawaan bagi 35 Rumah Sakit Rujukan guna membantu memantau kecenderungan prevalensi, mengidentifikasi adanya kluster di populasi serta mengetahui faktor risiko terhadap terjadinya kelainan bawaan dan PJB.

IDAI berharap dengan sosialisasi deteksi dini PJB dan peluncuran program pelatihan Inpost dan Ponsel ini dapat membantu menurunkan angka kematian bayi dan anak dan berbagai pihak terkait dapat melakukan upaya preventif dan promotif terhadap masalah PJB dan PJB kritis untuk meningkatkan kualitas hidup bayi dan anak Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Kemenkes Tekankan Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Anak di Posyandu

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:24 WIB

IDAI Ungkap Alasan Anak Lebih Rentan Terdampak Asap Karhutla Dibanding Orang Dewasa

IDAI Ungkap Alasan Anak Lebih Rentan Terdampak Asap Karhutla Dibanding Orang Dewasa

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:15 WIB

IDAI Minta Sekolah Terapkan 6 Langkah Lindungi Anak dari Asap Karhutla

IDAI Minta Sekolah Terapkan 6 Langkah Lindungi Anak dari Asap Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 11:32 WIB

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

Health | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Kapan Bayi Boleh Makan Telur? Ini Penjelasan IDAI

Kapan Bayi Boleh Makan Telur? Ini Penjelasan IDAI

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:37 WIB

IDAI Ingatkan Bahaya Telur Mentah untuk Bayi, Berisiko Picu Infeksi hingga Dehidrasi

IDAI Ingatkan Bahaya Telur Mentah untuk Bayi, Berisiko Picu Infeksi hingga Dehidrasi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:11 WIB

Dokter Piprim: MPASI Usia 4 Bulan Bisa Dipertimbangkan dalam Kondisi Tertentu

Dokter Piprim: MPASI Usia 4 Bulan Bisa Dipertimbangkan dalam Kondisi Tertentu

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Jawab Kedaruratan Persalinan di Jakarta, Layanan Medis 24 Jam Tanpa Jeda Diperkuat

Jawab Kedaruratan Persalinan di Jakarta, Layanan Medis 24 Jam Tanpa Jeda Diperkuat

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 20:17 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

IDAI Usul MBG di Kantin Sekolah, Utamakan Anak di Wilayah 3T

IDAI Usul MBG di Kantin Sekolah, Utamakan Anak di Wilayah 3T

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:14 WIB

Terkini

Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan

Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Promo Superindo 31 Oktober 2026: Diskon Daging, Minyak Goreng hingga Buah-buahan

Promo Superindo 31 Oktober 2026: Diskon Daging, Minyak Goreng hingga Buah-buahan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Ramalan Zodiak Scorpio 31 Oktober 2026: Finansial Membaik, Karier Stabil

Ramalan Zodiak Scorpio 31 Oktober 2026: Finansial Membaik, Karier Stabil

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:48 WIB

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

×