- Ketua PP IDAI Piprim Basarah Yanuarso mengusulkan penyediaan Program Makan Bergizi Gratis lewat kantin sekolah pada Jumat (11/9/2026).
- Penyediaan makanan melalui kantin bertujuan menjaga hidangan tetap hangat serta menerapkan konsep prasmanan sesuai selera anak.
- IDAI juga merekomendasikan agar pelaksanaan program prioritas tersebut diutamakan bagi anak-anak yang berada di wilayah 3T.
Suara.com - Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), mengungkapkan usulan IDAI mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu usulan tersebut yakni makanan disediakan melalui kantin sekolah untuk membantu menjaga kondisi makanan sebelum dikonsumsi anak.
Piprim mengatakan usulan tersebut telah disampaikan IDAI sejak awal pembahasan program MBG.
Menurutnya, makanan yang disiapkan di kantin sekolah dapat tetap dalam kondisi hangat ketika diberikan kepada siswa.
“Jadi bagi kami, makanan yang dibagikan itu haruslah memenuhi standar keamanan yang ketat ya, dan kalau lihat konsepnya memang sejak awal, kami usulkan MBG itu dilakukan, diadakan oleh kantin sekolah, supaya makanan tetap hangat,” kata Piprim dalam Media Briefing IDAI bertajuk “Keracunan Makanan pada Anak”, Jumat (11/9/2026).
![Pemerintah menyiapkan anggaran sementara sebesar Rp240 triliun dalam RAPBN 2027 untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/14/20327-mbg.jpg)
Selain menjaga makanan tetap hangat, Piprim menyebut makanan MBG dapat disajikan dengan konsep prasmanan agar menyesuaikan pilihan anak-anak.
“Makanan tersebut bisa berupa prasmanan, sesuai dengan mana yang disukai oleh anak-anak, seperti di luar negeri,” ujarnya.
Piprim juga mengatakan konsep awal yang diusulkan IDAI memprioritaskan pemberian makanan bergizi bagi anak-anak di wilayah 3T.
“Dan juga diutamakan untuk anak-anak yang 3T, seperti konsep awal ya,” katanya.
Reporter: Agustin Dwi Anggraini