Optimis, Satgas Covid-19 Percaya Penanganan Pandemi Lebih Baik di Tahun 2022

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Sabtu, 01 Januari 2022 | 16:41 WIB
Optimis, Satgas Covid-19 Percaya Penanganan Pandemi Lebih Baik di Tahun 2022
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Penanganan pandemi Covid-19 diharapkan bisa semakin baik di tahun 2022, menurut Satgas Covid-19. Sebab, Indonesia sudah pernah mengalami dua kali lonjakan kasus yang terjadi di tahun 2021.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa saat ini perjuangan menghadapi COVID-19 belum selesai. Hadirnya tahun 2022 yang akan datang hendaknya menjadi harapan agar pandemi COVID-19 dapat terkendali dan dapat segera diakhiri.

"Perjuangan kita belumlah berakhir, namun hendaknya kita menyambut tahun baru 2022 dengan doa dan harapan bahwa di tahun mendatang, kasus COVID-19 di Indonesia dan dunia dapat semakin terkendali," kata Wiku mengutip situs resmi Satgas Covid-19.

Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah dengan gigih berjuang melawan pandemi selama satu tahun terakhir. Bentuk perjuangan masing-masing elemen masyarakat tentunya berbeda.

Ilustrasi pandemi Covid-19. (Pixabay/cromaconceptovisual)
Ilustrasi pandemi Covid-19. (Pixabay/cromaconceptovisual)

Ada yang secara langsung turun sebagai tenaga kesehatan, rekan-rekan media yang menyampaikan perkembangan kasus tanpa lelah, dan masyarakat umum yang menjadi contoh bagi orang-orang di sekitarnya dengan menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.

"Apapun bentuknya, kerja keras masyarakat untuk saling menjaga dan membantu satu sama lain selama masa-masa sulit ini merupakan bagian dari perjuangan yang sangatlah berarti," tambah Wiku.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat Indonesia memiliki antibodi Covid-19 yang kuat berdasarkan studi yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Hasil survei memang belum selesai semua. Tapi sementara ditemukan kalau struktur antibodi yang terbentuk sudah cukup tinggi," kata Nadia dalam webinar Satgas Covid-19, Kamis (30/12/2021).

Temuan awal, diperkirakan kalau antibodi masyarakat awalnya terbentuk akibat dampak dari lonjakan kasus varian delta pada Juli lalu.

"Kita melihat ada masyarakat yang terinfeksi pada saat varian delta lalu, kemudian juga mendapatkan vaksinasi. Jadi apa yang disebut sebagai super immunity, itu yang terjadi," tutur Nadia.

Cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama hingga 30 Desember 2021 pukul 18.00 WIB telah mencapai 76,96 persen. Sementara vaksinasi dosis kedua baru tercapai 54,39 persen.

Nadia mengungkapkan, memvaksinasi lansia masih menjadi tantangan bagi Kemenkes. Meski program vaksinasi Covid-19 bagi lansia dimulai lebih dulu dibandingkan kelompok usia lain, namun cakupannya masih rendah.

"Kalau kita bandingkan dengan vaksinasi seluruh sasaran, yaitu provinsi sudah mencapai 70 persen, terutama ibu kota provinsi. Tapi kalau kita lihat lansia baru 14 provinsi yang mencapai target 60 persen dan kalau melihat kabupaten/kota, masih banyak kelompok lansia di kabupaten/kota belum mencapai target lansia," tuturnya.

Secara nasional, cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama bagi lansia baru mencapai 65,48 persen. Angka itu terendah dibandingkan cakupan vaksin pada populasi remaja hingga orang dewasa yang rata-rata telah mencapai 70 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

Darurat Tsunami Digital, KPAI: 5 Juta Anak RI Akses Pornografi, 80 Ribu Terjerat Judi Online!

News | Rabu, 22 April 2026 | 09:22 WIB

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:49 WIB

WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?

WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?

Your Say | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:45 WIB

Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah

Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:27 WIB

Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020

Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020

Entertainment | Minggu, 08 Februari 2026 | 10:01 WIB

Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret

Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret

Video | Jum'at, 06 Februari 2026 | 16:00 WIB

Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala

Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala

Entertainment | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:30 WIB

Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19

Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 14:59 WIB

Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?

Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?

Lifestyle | Rabu, 07 Januari 2026 | 12:23 WIB

Terkini

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB