Presiden Brasil Jair Bolsonaro Dilarikan Ke RS Karena Gangguan Usus, Apa Sebabnya?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 04 Januari 2022 | 10:50 WIB
Presiden Brasil Jair Bolsonaro Dilarikan Ke RS Karena Gangguan Usus, Apa Sebabnya?
Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (Dok: Twitter/jairbolsonaro)

Suara.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan dokter sedang menilai apakah dia memerlukan operasi setelah dirawat di rumah sakit dengan ketidaknyamanan perut.

Bolsonaro mengatakan dalam sebuah posting Twitter bahwa dia mulai merasa tidak enak badan setelah makan siang pada hari Minggu dan dirawat di rumah sakit di Sao Paulo pada pukul 3 pagi waktu setempat (6 pagi di Inggris) pada hari Senin.

Dilansir dari Sky News, ia sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit sejak ditikam saat kampanye pada 2018.

Setelah pengakuan terakhir, pria berusia 66 tahun itu memposting foto dirinya mengacungkan jempol dan mengatakan lebih banyak tes akan dilakukan untuk melihat apakah dia perlu dioperasi.

Pemerintah mengatakan dia "baik-baik saja".

Putra sulung Presiden Brasil Jair Bolsonaro, Flavio Bolsonaro. (Instagram/Flaviobolsonaro)
Putra sulung Presiden Brasil Jair Bolsonaro, Flavio Bolsonaro. (Instagram/Flaviobolsonaro)

Vila Nova Star, rumah sakit tempat presiden dirawat, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia mengalami gangguan usus dan dalam kondisi stabil.

Perawatan di rumah sakit sebelumnya terjadi pada bulan Juli ketika presiden juga dirawat karena gangguan usus. Pembedahan tidak diperlukan pada waktu itu.

Perawatannya saat ini diawasi oleh tim yang dipimpin oleh Dr Antonio Luiz Macedo.

Dr Macedo, yang telah mengoperasi Bolsonaro pada saat penusukannya pada tahun 2018, sedang berlibur di Bahama dan sedang menunggu penerbangan kembali ke Sao Paulo, menurut jaringan televisi Brasil Globo.

Seperti diketahui, gangguan usus adalah penyumbatan yang membuat makanan atau cairan melewati usus kecil atau usus besar (usus besar). Penyebab gangguan usus mungkin termasuk jaringan fibrosa (perekat) di perut yang terbentuk setelah operasi; hernia; kanker usus besar; obat-obatan tertentu; atau striktur dari usus yang meradang yang disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti penyakit Crohn atau divertikulitis.

Tanpa pengobatan, bagian usus yang tersumbat bisa mati, menyebabkan masalah serius. Namun, dengan perawatan medis yang cepat, obstruksi usus seringkali dapat berhasil diobati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Brasil Kembali Masuk Rumah Sakit, Kali Ini Alami Nyeri Perut

Presiden Brasil Kembali Masuk Rumah Sakit, Kali Ini Alami Nyeri Perut

News | Selasa, 04 Januari 2022 | 08:25 WIB

Kandungan Pemanis Tambahan pada Minuman Kemasan Meningkatkan Risiko Kanker Usus

Kandungan Pemanis Tambahan pada Minuman Kemasan Meningkatkan Risiko Kanker Usus

Health | Sabtu, 01 Januari 2022 | 11:23 WIB

11 Khasiat Kayu Manis, Bisa Kontro Gula Darah dan Menyehatkan Usus Besar

11 Khasiat Kayu Manis, Bisa Kontro Gula Darah dan Menyehatkan Usus Besar

Sumbar | Sabtu, 01 Januari 2022 | 09:15 WIB

Terkini

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB