Sering Terjadi Pada Virus Corona Covid-19, Apa Sih Sebenarnya Mutasi Itu?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 09 Januari 2022 | 15:15 WIB
Sering Terjadi Pada Virus Corona Covid-19, Apa Sih Sebenarnya Mutasi Itu?
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Suara.com - Virus corona SARS Cov-2 yang jadi penyebab penyakit infeksi Covid-19 telah bermutasi puluhan kali sejak pertama kali ditemukan pada akhir Desember 2019. Setiap mutasi dari virus tersebut selalu mencuri perhatian para ilmuwan untuk diteliti setiap perubahan biologis yang terjadi pada struktur virus.

Mutasi terakhir dari virus Covid-19 yang mencuri perhatian yakni omicron  varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan  pertengahan November lalu. Mutasi sebenarnya menjadi salah satu cara virus untuk bisa bertahan hidup. 

Dalam ilmu biologi, istilah mutasi juga tidak banya digunakan untuk virus. Tapi, juga bisa saja terjadi pada makhluk hidup lain  termasuk manusia.

Dikutip dari Ruang Guru, mutasi adalah perubahan yang terjadi pada urutan nukleotida. Jika perubahan nukleotida terjadi di suatu gen, maka disebut mutasi gen atau mutasi genetik. Sedangkan, jika perubahannya pada struktur atau jumlah kromosom, maka disebut mutasi kromosom.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Perubahan tersebut dapat terjadi pada taraf urutan gen (disebut juga mutasi gen) maupun pada urutan urutan kromosom. Sebenarnya, peluang terjadinya mutasi di alam cukup langka.

Setiap jenis keragaman memiliki probabilitas yang berbeda. Misalnya, mutasi kromosom pada penyakit kelainan sindrom dengan peluang 1:1.300. Maupun mutasi paling langka yakni sindrom KAT6A yang hanya dimiliki oleh 150 orang di dunia sepanjang sejarah.

Klasifikasi Mutasi

Akibat mutasi, terjadi perubahan pada bahan genetik, baik DNA maupun RNA. Berdasarkan klasifikasinya, mutasi dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:

1. Mutasi Berdasarkan Jenis Sel

  • Mutasi somatis yang terjadi pada sel somatik, yaitu sel tubuh seperti sel kulit. Mutasi ini tidak akan mempengaruhi keturunannya.
  • Mutasi gametik terjadi pada sel gamet, yaitu sel reproduksi yang meliputi sperma dan ovum pada manusia. Oleh sebab itu, mutasi ini terjadi akibat faktor keturunan.

2. Mutasi Berdasarkan Cara yang Terjadi

  • Mutasi alami terjadi karena adanya perubahan genetik yang terjadi secara alami atau tanpa campur tangan manusia. Hal ini karena faktor terdapatnya mutagen alam yang menyebabkan mutasi. Kasus dari mutasi alami termasuk sangat jarang terjadi.
  • Mutasi buatan terjadi pada sel gamet, yaitu sel reproduksi yang meliputi sperma dan ovum pada manusia. Oleh sebab itu, mutasi ini terjadi akibat faktor keturunan.

3. Mutasi Berdasarkan Sifat Genetik

  • Mutasi dominan terekspresi dalam keadaan genotip homozigot dan heterozigot dominan. Gen dominan tersebut kemudian akan membawa sifat penyebab mutasi.
  • Mutasi resesif dominan terekspresi dalam keadaan genotip homozigot yang resesif. Gen resesif tersebut akan membawa sifat penyebab mutasi.

4. Mutasi Berdasarkan Arah Mutasi

  • Mutasi maju dapat mengubah fenotip organisme yang abnormal menjadi normal. Mutasi ini umumnya terjadi secara buatan. Karena sifatnya memberikan dampak positif dan digunakan sebagai teknologi dalam bidang kesehatan. Contohnya, pengobatan dengan metode radioterapi.
  •  Mutasi mundur menyebabkan fenotip organisme yang sebelumnya normal menjadi abnormal. Contohnya, penyakit anemia sel sabit yang menyerang sel darah merah.

5. Mutasi Berdasarkan Peran Bagi Mutan

  • Mutasi menguntungkan terjadi dan membuat organisme mengalami perubahan menjadi adaptif. Contohnya, mutasi pada gen CETP yang menyebabkan produksi kolesterol dalam tubuh menjadi rendah. Sehingga, individu terhindar dari masalah pada pembuluh darah dan penyakit jantung meskipun mengonsumsi kolesterol dalam jumlah besar.
  • Mutasi merugikan membuat perubahan menjadi tidak adaptif. Contohnya, mutasi pada belalang yang justru mengubah warna menjadi merah muda, sehingga mudah dimangsa oleh predatornya.

6. Mutasi Berdasarkan Perubahan Fenotip

  •  Mutasi makro perubahan terjadi cukup signifikan karena perubahan besar terjadi pada fenotip. Umumnya mutasi ini dapat dilihat dengan jelas, seperti mutasi pada terlihat belalang berwarna merah muda.
  • Mutasi mikro hanya menyebabkan sedikit perubahan pada fenotip. Selain itu, sering kali hal tersebut tidak dapat diamati secara langsung dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

7. Mutasi Berdasarkan Tingkat

  • Mutasi gen mengakibatkan perubahan nukleotida terjadi pada suatu gen.
  •  Mutasi kromosom terjadi perubahan pada struktur atau jumlah kromosom.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suntik Vaksin Covid-19 Perpanjang Siklus Menstruasi, Ini Temuan Peneliti!

Suntik Vaksin Covid-19 Perpanjang Siklus Menstruasi, Ini Temuan Peneliti!

Health | Minggu, 09 Januari 2022 | 14:03 WIB

4.470 Dosis Vaksin AstraZeneca di Kulon Progo Kedaluwarsa Bulan Ini, Begini Upaya Gugas

4.470 Dosis Vaksin AstraZeneca di Kulon Progo Kedaluwarsa Bulan Ini, Begini Upaya Gugas

Jogja | Minggu, 09 Januari 2022 | 12:34 WIB

Sebelum Terima Booster, Masyarakat Diimbau Lengkapi Vaksin COVID-19

Sebelum Terima Booster, Masyarakat Diimbau Lengkapi Vaksin COVID-19

Jawa Tengah | Minggu, 09 Januari 2022 | 14:00 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB