Pandemi Virus Corona Perburuk Kesehatan Tulang Anak, Ini Saran Ahli!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 10 Januari 2022 | 13:57 WIB
Pandemi Virus Corona Perburuk Kesehatan Tulang Anak, Ini Saran Ahli!
Ilustrasi anak-anak bermain. (Pixabay)

Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 telah mengubah banyak hal pada kehidupan sehari-hari, tak terkecuali anak-anak yang harus berdiam diri di rumah.

Situasi di rumah saja akibat pandemi virus corona Covid-19 ini mempersempit ruang gerak anak-anak, sehingga mereka menjadi kurang aktif.

Hal ini justru akan merusakan kesehatan, perkembangan otak dan keterampilan sosial anak-anak. Pada akhirnya, situasi pandemi virus corona Covid-19 ini juga akan mempengaruhi kesehatan tulang anak-anak.

Harshita Surange, Direktur, Interventional Pain and Spine Center (IPSC) India dan Dr. Sunil Sherawat, Konsultan Senior, IPSC India, mengaku menerima cukup banyak pasien remaja yang mengeluhkan nyeri kaki dan tangan selama pandemi virus corona Covid-19.

Mereka mengatakan pandemi virus corona ini telah mengganggu kesehatan tulang anak-anak. Tetapi, kondisi ini bisa diatasi dengan cara olahraga, konsumsi vitamin D, dan suplemen kalsium.

Ilustrasi virus corona Covid-19, anak-anak (Pixabay/educadormarcossv)
Ilustrasi virus corona Covid-19, anak-anak (Pixabay/educadormarcossv)

Selama masa kanak-kanak dan remaja, lebih banyak tulang disimpan daripada ditarik sehingga massa tulang dalam kerangka tumbuh baik dalam ukuran dan kepadatan yang dapat terus tumbuh sampai akhir 20-an.

Massa tulang akan mencapai 90 persen pada usia 20 tahun dan akan mencapai puncaknya pada usia sekitar 30 tahun.

Jadi dilansir dari Times of India, kemampuan tubuh membangun tulang yang lebih baik terjadi selama masa kanak-kanak sehingga kekuatan tulang lebih baik selama masa dewasa.

Aktivitas fisik seperti olahraga luar ruangan, vitamin D, dan diet sehat yang kaya kalsium dan protein berperan penting untuk perkembangan muskuloskeletal yang baik.

Aktivitas fisik juga merupakan kunci untuk mempertahankan massa tulang yang mencukupi faktor dan kurangnya aktivitas bisa menyebabkan penurunan kekuatan tulang.

Dr. C. Jayakumar, Profesor & Kepala, Pediatri Umum, Rumah Sakit Amrita, Kochi menjelaskan, pandemi virus corona Covid-19 telah mempengaruhi kesehatan tulang semua anak di seluruh dunia.

Karena pandemi virus corona telah membuat anak-anak kurang aktif, Dr Jayakumar menyarankan semua orangtua untuk memeriksa kesehatan tulang anak-anak secara rutin.

Ilustrasi anak-anak (Freepik)
Ilustrasi anak-anak (Freepik)

Selain itu, orangtua juga harus memastikan bahwa anak-anak mereka tetap harus berolahraga di luar ruangan selama 15-20 menit di pagi hari. Mereka bisa berolahraga di halaman rumah atau di balkon.

Jika anak-anak sulit berolahraga, orangtua bisa mengajaknya membantu pekerjaan rumah agar tubuhnya tetap aktif.

Dr Shreedhar Archik, Konsultan Senior, Ortopedi dan Penggantian Sendi, Rumah Sakit Global berbagi beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu memperkuat tulang anak-anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perbanyak Makan Protein Bisa Cegah Virus Corona Covid-19, Ini Panduannya!

Perbanyak Makan Protein Bisa Cegah Virus Corona Covid-19, Ini Panduannya!

Health | Senin, 10 Januari 2022 | 11:26 WIB

Ahli: Masker Kain Tidak Lindungi Diri dari Virus Corona Covid-19

Ahli: Masker Kain Tidak Lindungi Diri dari Virus Corona Covid-19

Health | Minggu, 09 Januari 2022 | 20:47 WIB

Gejalanya Ringan, Mungkinkah Varian Omicron Ini Sebabkan Long Covid-19?

Gejalanya Ringan, Mungkinkah Varian Omicron Ini Sebabkan Long Covid-19?

Health | Minggu, 09 Januari 2022 | 18:01 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB