Hamil di Luar Kandungan: Ketahui Tanda, Penyebab, dan Pengobatannya

Yasinta Rahmawati

Kamis, 20 Januari 2022 | 11:19 WIB
Hamil di Luar Kandungan: Ketahui Tanda, Penyebab, dan Pengobatannya
Ilustrasi gambar (freepik)

Suara.com - Hamil di luar kandungan dapat menyebabkan pendarahan pada sang ibu. Kehamilan seperti ini dalam dunia medis disebut ektopik. Kondisi ini dapat mengancam jiwa dan memerlukan perawatan darurat. 

Diketahui, kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang terjadi di luar kandungan atau rahim. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang dibuahi tertanam dalam struktur yang tidak dapat mendukung pertumbuhannya. 

Kehamilan ektopik sering terjadi di tuba fallopi (sepasang struktur yang menghubungkan ovarium dan rahim). Dalam kasus yang jarang terjadi, kehamilan ektopik dapat terjadi pada ovarium atau di rongga perut.

Ini adalah kondisi yang mengancam jiwa. Kehamilan ektopik bukanlah kehamilan yang dapat dibawa sampai aterm (sampai melahirkan) dan dapat berbahaya bagi sang ibu jika tidak segera ditangani.

Melansir dari berbagai sumber, simak berikut ini ulasan tentang hamil di luar kandungan lengkap dengan tanda-tanda, penyebab, dan pengobatannya.

Tanda hamil di luar kandungan

Tanda awal kehamilan di luar kandungan bisa sangat mirip dengan gejala kehamilan biasa. Namun, Anda mungkin mengalami gejala tambahan selama kehamilan ektopik, seperti:

  • Pendarahan vagina
  • Nyeri di perut bagian bawah, panggul dan punggung bawah
  • Pusing atau kelemahan

Jika tuba falopi pecah, rasa sakit dan pendarahan bisa cukup parah untuk menyebabkan gejala tambahan. Ini dapat mencakup:

  • Pingsan
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Sakit bahu
  • Tekanan rektal
Ilustrasi pengumuman kehamilan. (Pexels/RODNAE Productions)
Ilustrasi pengumuman kehamilan. (Pexels/RODNAE Productions)

Penyebab hamil di luar kandungan

baca juga

Dalam kebanyakan kasus, kehamilan ektopik disebabkan oleh kondisi yang memperlambat atau menghalangi pergerakan sel telur ke tuba falopi dan masuk ke dalam rahim. Selain itu, ada juga penyebab lainnya meliputi:

  • Mengalami lehamilan ektopik sebelumnya
  • Riwayat penyakit radang panggul (PID)
  • Pembedahan pada tuba falopi
  • Riwayat infertilitas
  • Perawatan untuk infertilitas dengan fertilisasi in vitro (IVF)
  • Endometriosis
  • Infeksi menular seksual
  • Alat kontrasepsi dalam rahim
  • Merokok

 Pengobatan

Ada beberapa cara agar kehamilan ektopik dapat diobati. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan menyarankan penggunaan obat yang disebut metotreksat untuk menghentikan pertumbuhan kehamilan. Ini akan menghentikan kehamilan Anda.

Dalam kasus yang parah, operasi sering digunakan. Dokter biasanya ingin mengoperasi ketika tuba falopi Anda pecah atau jika berisiko pecah. Ini adalah operasi darurat dan perawatan yang menyelamatkan jiwa. 

Demikian informasi mengenai hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik lengkap dengan tanda-tanda, penyebab, dan pengobatannya. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikke Nurjanah Belum Berencana Ikut Program Hamil

Ikke Nurjanah Belum Berencana Ikut Program Hamil

Entertainment | Kamis, 20 Januari 2022 | 08:38 WIB

Ibu Hamil di Kabupaten Sampang Diduga Terpapar Omicron

Ibu Hamil di Kabupaten Sampang Diduga Terpapar Omicron

Jatim | Rabu, 19 Januari 2022 | 23:50 WIB

Nantikan Aurel Hermansyah Melahirkan, Ashanty Tak Sabar Jadi Nenek

Nantikan Aurel Hermansyah Melahirkan, Ashanty Tak Sabar Jadi Nenek

Entertainment | Rabu, 19 Januari 2022 | 20:46 WIB

Terkini

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

×