Apa Itu Text Neck Syndrome? Kelamaan Melihat Gadget Bisa Jadi Pemicunya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 21 Januari 2022 | 13:32 WIB
Apa Itu Text Neck Syndrome? Kelamaan Melihat Gadget Bisa Jadi Pemicunya
Ilustrasi gadget (Oleg Magni / unsplash.com)

Suara.com - Apakah Anda pernah mendengar istilah text neck syndrome? Apa itu text neck syndrome? Anda mungkin termasuk salah satu orang yang berpotensi mengalami masalah kesehatan ini.

Sejak pandemi virus corona Covid-19, banyak orang lebih sering menggunakan gadget untuk berkomunikasi dengan orang lain hingga mengurus pekerjaannya dari rumah.

Sayangnya, penggunaan gadget yang terlalu lama bisa bisa menyebabkan text neck syndrome, yakni cedera stres berulang atau cedera akibat tekanan pada leher secara berulang karena penggunaan gadget.

Umumnya, text neck syndrom memang dikaitkan dengan penggunaan gadget berulang dan terlalu lama. Tapi, kondisi ini juga bisa berkaitan dengan sejumlah aktivitas yang menggunakan gadget, seperti bermain game, menyelesaikan pekerjaan, komunikasi dan lainnya.

Selain itu, berat kepala juga faktor penyebab text neck syndrome. Karena, otot, tendon, dan ligamen leher digunakan untuk menopang berat kepala, 4,5 hingga 9 kiogram dalam posisi seimbang di atas tulang belakang leher.

Saat Anda menggunakan gadget untuk mengirim pesan dan lainnya, kepala cenderung sering ditekuk ke depan da melihat ke bawah pada sudut 45 atau 60 derajat, yang menempatkan sekitar 22-27 kilogram kekuatan leher.

ilustrasi menggunakan gadget (www.freepik.com/monicaarini)
ilustrasi menggunakan gadget (www.freepik.com/monicaarini)

Namun dilansir dari Spine Health, Anda harus tahu bahwa leher tidak mampu menopang berat itu terlalu lama.

Cara Mengatasi Text Neck Syndrome

Kondisi ini biasanya dimulai dari rasa sakit yang relatif ringan di area leher atau punggung bagian atas. Walau demikian, kondisi ini juga bisa muncul dengan rasa sakit yang tajam atau kekakuan di leher.

Saat text neck syndrome ini menyebabkan rasa sakit, Anda bisa mengatasinya dengan cara-cara berikut.

  1. Membatasi penggunaan ponsel hanya untuk tugas yang penting dan diperlukan.
  2. Pastikan postur tubuh lebih baik dengan memegang ponsel yang sesuai ketinggian mata.
  3. Latihan fisik dan peregangan fisik khusus yang menargetkan leher, dada dan punggung atas.

Bila tak ditangani, postur kepala ke depan yang terus-menerus dan bahu membungkuk bisa memburuk dari waktu ke waktu. Hal ini dapat menyebabkan lebih banyak rasa sakit dan mengurangi mobilitas di leher, punggung atas, dan bahu.

Dalam beberapa kasus, postur kepala ke depan yang berlebihan dapat memperburuk atau mempercepat kondisi degeneratif pada tulang belakang leher, seperti penyakit cakram degeneratif serviks dan/atau osteoartritis serviks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Kecanduan Gadget, Begini Solusinya!

Antisipasi Kecanduan Gadget, Begini Solusinya!

Your Say | Kamis, 20 Januari 2022 | 19:36 WIB

Bekerja dari Rumah Picu Sakit Kepala, Ternyata Ini Penyebabnya!

Bekerja dari Rumah Picu Sakit Kepala, Ternyata Ini Penyebabnya!

Health | Rabu, 19 Januari 2022 | 08:14 WIB

Tips Mengisi Daya Ponsel agar Baterai Lebih Awet, Jangan asal Colok

Tips Mengisi Daya Ponsel agar Baterai Lebih Awet, Jangan asal Colok

Your Say | Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:58 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB