Peneliti Temukan Penyebab Omicron Berbeda dari Varian Delta, Tidak Menyebabkan Penyakit Parah

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:21 WIB
Peneliti Temukan Penyebab Omicron Berbeda dari Varian Delta, Tidak Menyebabkan Penyakit Parah
Ilustrasi varian Omicron [Foto: ANTARA]

Suara.com - Peneliti dari University of Kent dan Goethe University Frankfurt menemukan alasan varian Omicron tidak begitu parah dibandingkan strain virus corona lainnya.

Berdasarkan News Medical Life Science, SARS-CoV-2 Omicron kurang efektif daripada Delta dalam memblokir mekanisme pertahanan seluler terhadap virus, yang disebut respons interferon.

Selain itu, temuan kultur sel menunjukkan bahwa delapan obat penting untuk menyembuhkan pasien dan kandidat obat Covid-19 tetap bisa melawan Omicron.

Varian SARS-CoV-2 Omicron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada Delta, meskipun strain ini lebih baik dalam menghindari sistem kekebalan, baik dari vaksinasi Covid-19 maupun infeksi.

Namun, alasan kelebihan dari Omicron tersebut masih sulit dipahami.

Protein lonjakan Virus Omicron (EPLF)
Protein lonjakan Virus Omicron (EPLF)

Dalam studi terbaru ini menunjukkan bahwa Omicron sangat sensitif terhadap penghambatan yang disebut respons interferon, sebuah respons imun tidak spesifik di dalam sel tubuh.

Hal itu menjelaskan mengapa orang yang terinfeksi varian baru virus corona ini lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami penyakit parah.

Studi kultur sel juga menunjukkan bahwa virus Omicron tetap sensitif terhadap 8 obat antivirus yang saat ini digunakan serta kandidat obat Covid-19.

Delapan antivirus yang saat ini digunakan untuk mengobati infeksi virus corona adalah EIDD-1931 (metabolit aktif molnupiravir), ribavirin, remdesivir, favipravir, PF-07321332 (nirmatrelvir, bahan aktif paxlovid), nafamostat, camostat, dan aprotinin.

baca juga

"Studi kami memberikan penjelasan untuk pertama kalinya mengapa infeksi Omicron cenderung menyebabkan tidak parah. Ini karena Omicron, berbeda dengan Delta, tidak efektif dalam menghambat respons imun interferon sel inang," jelas penulis studi Martin Michaelis dari School of Bioscience, University of Kent.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Pasien Omicron Sembuh, Kota Cimahi Hadapi Kenaikan Kasus Covid-19

Satu Pasien Omicron Sembuh, Kota Cimahi Hadapi Kenaikan Kasus Covid-19

Jabar | Selasa, 25 Januari 2022 | 15:30 WIB

Curhat Pria 4 Kali Terinfeksi Covid-19, Sebut Pernah Kena Varian Biasa sampai Omicron, Publik: S4 Covid

Curhat Pria 4 Kali Terinfeksi Covid-19, Sebut Pernah Kena Varian Biasa sampai Omicron, Publik: S4 Covid

Lifestyle | Selasa, 25 Januari 2022 | 15:26 WIB

Pakar Kesehatan Afrika Selatan Khawatirkan Pengidap HIV di Tengah Penyebaran Omicron

Pakar Kesehatan Afrika Selatan Khawatirkan Pengidap HIV di Tengah Penyebaran Omicron

Health | Selasa, 25 Januari 2022 | 13:46 WIB

Terkini

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×