facebook

Menganggap Dirinya Sehat karena Masih Muda, Pria 27 Tahun Ini Ternyata Punya Kualitas Sperma yang Buruk

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Menganggap Dirinya Sehat karena Masih Muda, Pria 27 Tahun Ini Ternyata Punya Kualitas Sperma yang Buruk
Ilustrasi penis (Pixabay/derneumann)

Pria ini kaget ketika hasil tes menunjukkan kualitas spermanya buruk.

Suara.com - Banyak laki-laki usia muda menganggap sperma mereka memiliki kualitas yang baik. Tetapi pada kenyataannya tidak selalu begitu.

Inilah yang terjadi pada konsultan keuangan berusia 27 tahun, Freddy Shaw. Selama ini ia mengira kualitas spermanya bagus karena dirinya cukup sehat.

Tetapi ternyata ketika dites, Freddy memiliki jumlah sperma yang rendah, yakni hanya 5,9 juta per mililiter, sementara normalnya kisaran 15 higga 20 juta per mililiter.

Selain itu, kualitas spermanya juga buruk karena tingkat mobilitas spermanya sangat rendah. Artinya, sperma Freddy merupakan perenang yang lambat.

Baca Juga: Penelitian dari Korea Selatan Kembali Membuktikan Ponsel Tidak Bagus untuk Kualitas Sperma

"Ketika Tracy (pacar) mengatakan dia ingin aku melakukan tes sperma, aku terkejut. Kami bahkan belum lama bersama dan aku menganggap semuanya bagus. Mengapa tidak? Aku baru berusia 27 tahun dan cukup sehat," jelas Freddy, menceritakan awal mula ia melakukan tes sperma.

Ilustrasi sperma (Shutterstock)

Berdasarkan laporan The Sun, Freddy dites di Oxford Fertility Clinic.

Selain kekasihnya, Freddy memutuskan untuk melakukan tes sperma setelah membaca sebuah studi online tentang penurunan tingkat kesuburan pada pria Barat.

Freddy mengaku hasil tesnya membuat dirinya hancur dan merasa seolah dikebiri.

Tapi sekarang, setahun setelah tes awal, Freddy telah meningkatkan jumlah spermanya menjadi hampir 10 kali lipat.

Baca Juga: Alamak, Studi Terbaru Temukan Covid-19 Bisa Turunkan Kualitas Sperma Selama 3 Bulan

Jumlah spermanya sekarang mencapai 51 juta per mililiter.

Hal ini terjadi setelah Freddy mengubah gaya hidupnya. Ia berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol. Selain itu, ia juga tidak lagi meletakkan laptop di pangkuannya.

"Satu hal yang mengejutkanku adalah dampak laptop terhadap kesuburan pria. Laptop panas yang menekan testis dapat membunuh sperma, dan aku sering meletakkan laptop di pangkuanku," sambung Freddy.

Selain menghilangkan kebiasaan tersebut, Freddy juga sering berjalan-jalan di sela-sela kerja dan memastikan area organ vitalnya tetap dingin.

Freddy juga berganti pola makan menjadi diet Mediterania, yakni banyak sayuran serta salmon. Ia juga memastikan untuk selalu minum banyak air.

Ia yang dulunya hanya olahraga beban, kini mulai latihan untuk seluruh tubuhnya. Sehingga tubuhnya menjadi seimbang.

"Dan itu terbayar! Karena minggu ini kami kembali ke klinik untuk hasil baru, setelah mengirimkan sampel baru. Sekarang aku memiliki perenang yang sangat kuat. Ini berita bagus," tandasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar