3 Jenis Trauma yang Bisa Dialami Anak Akibat Pola Asuh yang Keliru

Risna Halidi, Lilis Varwati

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:10 WIB
3 Jenis Trauma yang Bisa Dialami Anak Akibat Pola Asuh yang Keliru
Anak menangis dan mengalami trauma (pexels/keira-burton)

Suara.com - Karakter seorang anak bisa sangat dipengaruhi dari pola asuh yang diterapkan orangtuanya. Sedangkan, pola pengasuhan pada anak juga berkaitan dengan hubungan suami istri di masa lampau, bahkan ketika keduanya masih kecil.

Sayangnya, belum semua orangtua menerapkan pola asuh yang cukup baik untuk tumbuh kembang anak di rumah.

Itu terjadi lantaran beberapa pasangan masih menerapkan pola asuh dengan kekerasan, baik secara verbal maupun non verbal yang bisa berdampak timbulkan konflik antara orangtua dengan anak.

"Seringkali hal ini tidak disadari dapat menimbulkan kecemasan dan trauma yang terdalam bagi sang anak," kata Psikolog dan Konselor Pernikahan Dr. Adriana Soekandar Ginanjar, dalam keterangan tertulis Tentang Anak, Rabu (26/1/2022).

Ilustrasi Hubungan Orangtua dan Anak Keras Kepala (Elements Envato)
Ilustrasi Hubungan Orangtua dan Anak (Elements Envato)

Adriana mengatakam, terdapat beberapa jenis trauma yang bisa dialami oleh manusia, di mana beberapa trauma atau pengalaman tidak menyenangkan itu justru didapat dari dalam rumah.

Menurutnya, berbagai trauma tersebut harus dikenali lebih awal, agar kedepannya orangtua dapat memproses trauma menjadi bentuk emosi yang lebih baik.

"Ketika dapat memproses emosi, tentunya akan membawa dampak yang lebih baik ke sekitar atau keluarga terdekat," ujar Adriana

Ia mencontohkan ada tiga jenis trauma yang bisa dialami anak akibat pola pengasuhan yang keliru. Tiga jenis trauma itu di antaranya:

1. Trauma akut yang terjadi satu kali tetapi secara intens. Seperti adanya perceraian, bencana alam, pelecehan seksual, yang terjadi di masa lampau atau masa kecil.

baca juga

2. Trauma kronis terjadi berulang kali dalam jangka waktu yang panjang, seperti mendapatkan kekerasan dari orang tua atau orang sekitar, menjadi korban bullying, melihat kekerasan dan konflik orang tua.

3. Trauma kompleks merupakan kejadian yang beragam terdiri dari kejadian traumatis yang berbeda-beda.

Demikian informasi terkait jenis trauma yang bisa dialami anak akibat pola asuh yang keliru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas! Orangtua dengan Trauma Masa Kecil Potensi Sebabkan Pola Asuh Buruk Pada Anak

Awas! Orangtua dengan Trauma Masa Kecil Potensi Sebabkan Pola Asuh Buruk Pada Anak

Health | Rabu, 26 Januari 2022 | 13:15 WIB

5 Hal Ini akan Membantumu Menghadapi Orang Tua Bercerai

5 Hal Ini akan Membantumu Menghadapi Orang Tua Bercerai

Your Say | Rabu, 26 Januari 2022 | 12:47 WIB

Gadis di Bawah Umur asal Mesuji Dibawa Lari Teman Pria ke Sumsel

Gadis di Bawah Umur asal Mesuji Dibawa Lari Teman Pria ke Sumsel

Lampung | Rabu, 26 Januari 2022 | 12:32 WIB

Terkini

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

×