Viral Tahanan Palestina Menyelundupkan Sperma Melalui Bungkus Keripik Demi Punya Anak, Emang Bisa?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 27 Januari 2022 | 20:00 WIB
Viral Tahanan Palestina Menyelundupkan Sperma Melalui Bungkus Keripik Demi Punya Anak, Emang Bisa?
Ilustrasi sperma (Shutterstock)

Suara.com - Seorang pria asal Palestina bernama Rafat Al-Qarawi berhasil memiliki 4 anak meski dirinya telah menghabiskan 15 tahun di penjara Israel.

Ternyata, pria yang ditangkap sejak 2006 ini memiliki tehnik tersendiri agar tetap memiliki anak meski dirinya dan sang istri tidak pernah berhubungan seks selama dirinya di penjara.

Selama betahun-tahun itu, Al-Qarawi menyelundupkan spermanya keluar penjara dengan memasukkannya ke kantung keripik kentang.

Lalu, sang istri mengambil bungkus keripik tersebut dan langsung dibawa ke klinik kesuburan untuk diinseminasi.

"Aku menyelundupkan sperma di kantin. Aku akan ejakulasi beberapa detik sebelum petugas penjara memanggil nama kami," ujar A-Qarawi, dilansir Oddity Central.

Rafat Al-Qarawi melahirkan (Facebook)
Rafat Al-Qarawi melahirkan (Facebook)

Ia mengaku membungkusnya dengan cara tertentu, menandai bungkus keripik yang berisi sperma, dan mengikatnya dengan tali.

Cara ini membuat banyak petugas medis terheran-heran, sebab, yang ia tahu sperma manusia hanya dapat bertahan beberapa detik hingga menit di luar tubuh manusia.

Hal itu juga dibenarkan dalam laman Health Line bahwa sperma bisa mati dengan cepat ketika terkena udara. Tetapi lamanya waktu sperma bertahan hidup sangat bergantung pada faktor lingkungan dan seberapa cepat itu mengering.

Kecuali jika disimpan ke dalam saluran reproduksi wanita, sel sperma mudah rusak dan hanya dapat bertahan beberapa detik hingga beberapa menit di luar tubuh.

Tapi sebenarnya, praktik penyelundupan sperma ini telah terjadi selama bertahun-tahun di antara tahanan Palestina.

Para dokter yang telah lama membantu para istri tahanan ini mengatakan sperma biasanya dimasukkan ke dalam wadah tetes mata, pembungkus permen, kantung keripik, atau wadah lainnya.

Sperma biasanya dapat bertahan selama sekitar 12 jam, meski itu tergantung pada kualitas sperma dan kondisi transmisinya, lapor The Atlantis.

Menurut ahli kesuburan Jennifer Kulp Makarov di Maimonides Medical Cente, New York, mengatakan bahwa perawatan IVF atau bayi tabung, seperti yang dilakukan para istri tahanan, hanya membutuhkan beberapa sperma yang layak agar berhasil.

"Itu mungkin. Setelah beberapa jam (di luar tubuh), Anda masih memiliki beberapa juta," tutur Makarov.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menganggap Dirinya Sehat karena Masih Muda, Pria 27 Tahun Ini Ternyata Punya Kualitas Sperma yang Buruk

Menganggap Dirinya Sehat karena Masih Muda, Pria 27 Tahun Ini Ternyata Punya Kualitas Sperma yang Buruk

Health | Rabu, 26 Januari 2022 | 12:00 WIB

Penelitian dari Korea Selatan Kembali Membuktikan Ponsel Tidak Bagus untuk Kualitas Sperma

Penelitian dari Korea Selatan Kembali Membuktikan Ponsel Tidak Bagus untuk Kualitas Sperma

Health | Rabu, 26 Januari 2022 | 09:57 WIB

Amankah Menelan Sperma Saat Tengah Hamil? Ini Faktanya

Amankah Menelan Sperma Saat Tengah Hamil? Ini Faktanya

Health | Rabu, 19 Januari 2022 | 20:30 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB