Kualitas Tidur yang Baik Penting untuk Turunkan Berat Badan, Ini 5 Fungsinya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 02 Februari 2022 | 13:31 WIB
Kualitas Tidur yang Baik Penting untuk Turunkan Berat Badan, Ini 5 Fungsinya!
Ilustrasi tidur. (unsplash)

Suara.com - Tubuh yang ideal tidak hanya membutuhkan olahraga dan diet untuk menurunkan berat badan, tetapi juga kualitas tidur yang baik.

Jika kualitas tidur Anda tubuh, otak Anda akan mencari energi di tempat lain, seperti makanan berkalori tinggi dan gula.

Ada 2 hormon yang mengontrol nafsu makan Anda, salah satunya dikenal sebagai hormon lapar (ghrelin) dan hormon kenyang (leptin). Tapi, kualitas tidur yang buruk membuat kedua hormon ini tidak seimbang.

Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa alasan kualitas tidur yang baik sangat penting dalam menurunkan berat badan.

1. Kurang tidur meningkatkan nafsu makan dan obesitas

Hormon memainkan peran penting dalam nafsu makan dan mengatur tidur. Karena itu, kurang tidur bisa mengganggu hormon Anda.

Ilustrasi tidur (Freepik/jcomp)
Ilustrasi tidur (Freepik/jcomp)

Pada gilirannya, ini bisa membuat Anda ingin konsumsi makanan yang tinggi kalori, bahkan jika Anda baru makan 1 jam yang lalu.

2. Tidur lebih awal mencegah kita mengemil

Makan snack larut malam menyebabkan metabolisme kita tetap berfungsi saat seharusnya rileks. Sehingga, asupan kalori disimpan sebagai lemak mungkin juga tidak membantu kita mendapatkan tidur malam yang nyenyak. Namun, makan camilan rendah kalori mungkin tidak membahayakan.

baca juga

3. Tidur meningkatkan aktivitas fisik

Anda perlu istirahat penuh guna mendapatkan energi untuk olaharaga. Saat tubuh beristirahat, tubuh Anda mengembangkan hormon pertumbuhan yang membuat otot-otot dalam tubuh tumbuh.

Hormon pertumbuhan biasanya diaktifkan selama tidur. Jika Anda kurang tidur, hormon tersebut akan ditekan sehingga kemungkinan pembakaran lemak lebih kecil.

4. Tidur yang baik menurunkan keinginan mengonsumsi makanan manis

Orang cenderung tergoda mengonsumsi makanan manis ketika kelelahan. Sebenarnya, sulit tidur dan mengidam makanan adalah frenemies.

Karena, kurang tidur berkontribusi pada ketidakseimbangan hormon pengatur nafsu makan yang menyebabkan penambahan berat badan.

5. Tidur mencegah penambahan berat badan

Tidur yang terlalu singkat, seperti 6-7 jam per malam terkait dengan penambahan berat badan. Selain iti, tidur bisa menghasilkan pinggang yang lebih lebar dan lebih banyak lemak perut.

Hal ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak, terutama pada masa kanak-kanak pertengahan (6-8 tahun).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keinginan Anak Penyandang Tunanetra di Sumut Terwujud, Kapolda Sumut Berikan Tempat Tidur Bergambar Spongebob

Keinginan Anak Penyandang Tunanetra di Sumut Terwujud, Kapolda Sumut Berikan Tempat Tidur Bergambar Spongebob

Sumut | Rabu, 02 Februari 2022 | 12:19 WIB

Ketahui Penyebab Sering Mengantuk dan Cara Mengatasinya

Ketahui Penyebab Sering Mengantuk dan Cara Mengatasinya

Health | Rabu, 02 Februari 2022 | 07:14 WIB

7 Warna Cat yang Cocok untuk Ruangan Sempit Terasa Lega dan Semakin Nyaman

7 Warna Cat yang Cocok untuk Ruangan Sempit Terasa Lega dan Semakin Nyaman

Lifestyle | Selasa, 01 Februari 2022 | 21:00 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB