Varian Omicron, Ini Perbedaan Gejalanya Pada Orang yang Vaksin Covid-19 dan Tidak!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 04 Februari 2022 | 08:00 WIB
Varian Omicron, Ini Perbedaan Gejalanya Pada Orang yang Vaksin Covid-19 dan Tidak!
Ilustrasi Virus Corona, varian Omicron. (Pixabay)

Suara.com - Para ahli kesehatan telah mendesak semua orang untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang divaksinasi lengkap aman dari infeksi parah dan memiliki respons kekebalan lebih baik.

Kini, upaya vaksin Covid-19 pun semakin penting di tengah munculnya varian virus corona yang semakin menular.

Ada banyak spekulasi mengapa varian Omicron lebih ringan dari strain sebelumnya. Beberap ahli tetap menekankan pentingnya vaksin Covid-19 guna membatasi infeksi parah.

Tapi, mereka yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi dan masih belum divaksinasi mungkin rentan terhadap komplikasi virus corona Covid-19.

Karena itu, upaya vaksinasi harus lebih diprioritasnya sekarang ini dibandingkan sebelumnya.

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Pada suatu waktu, infeksi terobosan atau infeksi virus corona pada orang yang sudah vaksinasi menjadi lebih umum.

Infeksi terobosan terjadi ketika seseorang yang telah menerima satu atau kedua dosis vaksin COVID-19 tertular virus.

Bahkan dilansir Times of India, setelah suntikan booster, seseroang bisa terinfeksi virus corona Covid-19 dan mengembangkan gejala.

Selama gelombang kedua, populasi besar, baik yang divaksinasi maupun yang tidak divaksinasi, terkena dampak virus corona Covid-19.

Tapi, sebuah data mengungkapkan bahwa persentase yang lebih tinggi dari pasien yang sakit parah terdiri dari orang yang tidak divaksinasi.

Saat varian Omicron ini muncul, gejala yang muncul pun bervariasi pada orang yang vaksinasi dan tidak vaksinasi, terutama dalam hal tingkat keparahan.

Laporan menunjukkan sakit kepala, pilek, nyeri sendi, sakit tenggorokan adalah beberapa gejala umum yang dilaporkan pada orang yang divaksinasi lengkap.

Sedangkan, gejala yang lebih parah seperti kesulitan bernapas, sesak napas bisa timbul jika Anda tidak divaksinasi.

Menurut Dr. Peter Chin-Hong, spesialis penyakit menular di University of California, San Francisco, orang yang divaksinasi cenderung mengalami gejala varian Omicron untuk jangka waktu yang lebih singkat.

Sementara, orang yang divaksinasi lengkap memiliki gejala selama satu atau dua hari. Lalu, orang yang tidak divaksinasi mungkin menunjukkan gejala selama lima hari atau lebih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Subvarian Omicron 1,5 Kali Lebih Menular dari Varian Aslinya!

Studi: Subvarian Omicron 1,5 Kali Lebih Menular dari Varian Aslinya!

Health | Kamis, 03 Februari 2022 | 20:56 WIB

Fakta-fakta Lautan Manusia Tonton Atraksi Barongsai di Mal Bandung, Tak Berizin hingga Denda Rp 500 Ribu

Fakta-fakta Lautan Manusia Tonton Atraksi Barongsai di Mal Bandung, Tak Berizin hingga Denda Rp 500 Ribu

Video | Kamis, 03 Februari 2022 | 18:40 WIB

Jangan Diabaikan, Waspadai 4 Gejala Varian Omicron yang Tak Terduga Ini!

Jangan Diabaikan, Waspadai 4 Gejala Varian Omicron yang Tak Terduga Ini!

Health | Kamis, 03 Februari 2022 | 18:24 WIB

Terkini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 16:00 WIB

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB