Terpopuler: Ketua Satgas IDI Sebut RI Belum Capai Puncak Gelombang Ketiga Hingga Nyeri Punggung Perempuan Hamil

Bimo Aria Fundrika

Senin, 14 Februari 2022 | 10:38 WIB
Terpopuler: Ketua Satgas IDI Sebut RI Belum Capai Puncak Gelombang Ketiga Hingga Nyeri Punggung Perempuan Hamil
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Suara.com - Ketua Satgas Covid-19 IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Profesor Zubairi Djoerbang meminta masyarakat tidak terlebih dulu tenang dengan perkembagnan kasus corona. Ia mengatakan bahwa Indonesia belum mencapai puncak gelombang ketiga virus corona.

Sementara itu, perempuan hamil seringkali mengalami rasa nyeri tulang belakang. Tapi, apa sebenarnya penyebab rasa nyeri tersebut? Dua kabar tadi merupakan berita terpopuler di kanal health Suara.com. Berikut berita terpopuler lainnya.

1. Profesor Zubairi Sebut Indonesia Belum Sampai Puncak Gelombang Ketiga Virus Corona Varian Omicron

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, Profesor Zubairi Djurban menekankan bahwa situasi dan kondisi wabah virus corona di Indonesia berbeda dengan Inggris atau pun Amerika Serikat.

Sehingga, kata Profesor Zubairi, aturan lepas masker di area publik seperti yang diberlakukan pemerintah Inggris tidak serta merta bisa diterapkan di sini.

Baca selengkapnya

2. 3 Sebab Nyeri Punggung Yang Terjadi Pada Perempuan Hamil, Suami Juga Harus Tau!

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Pada saat  memasuki masa kehamilan, seringkali perempuan mengalami back pain alias nyeri punggung.Kondisi nyeri punggung yang dialaminya, dapat mengakibatkan perempuan sulit menjalani aktivitas, bahkan terganggu.

Mereka kerap tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari mulai dari bekerja hingga mengurus keperluan rumah tangga. Rasa nyeri di punggung pada perempuan hamil tersebut, berpotensi mengurangi kualitas hidupnya.

baca juga

Baca selengkapnya

3. Studi: Anjing Dapat Dilatih untuk Mengendus Covid-19, Dinilai Dapat Mengendalikan Pandemi

Ilustrasi anjing militer.[Unsplash/Jason Jarrach]
Ilustrasi anjing militer.[Unsplash/Jason Jarrach]

Anjing memiliki 300 juta reseptor aroma. Tidak heran apabila hewan satu ini menjadi salah satu pendeteksi bau terbaik. Otak anjing juga memiliki 40% ruang daripada manusia untuk menganalisis bau.

Sekelompok peneliti dari Florida International University mencoba memanfaatkan hal itu dengan melatih anjing agar bisa mengendus Covid-19.

Baca selengkapnya

4. Ramalan Zodiak Kesehatan Hari Ini, 14 Februari 2022: Kualitas Pribadi Aries Sedang Meningkat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Sekolah Nekat Gelar PTM dengan Alasan Didesak Orang Tua Siswa, Disdikpora Cianjur Ancam Cabut Izin

Ada Sekolah Nekat Gelar PTM dengan Alasan Didesak Orang Tua Siswa, Disdikpora Cianjur Ancam Cabut Izin

Jabar | Senin, 14 Februari 2022 | 10:36 WIB

Update: RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 3.759 Pasien Positif COVID-19, BOR 45 Persen

Update: RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 3.759 Pasien Positif COVID-19, BOR 45 Persen

News | Senin, 14 Februari 2022 | 09:38 WIB

Bos WHO Yakin Fase Akut Covid-19 Bisa Berakhir Bulan Juni - Juli

Bos WHO Yakin Fase Akut Covid-19 Bisa Berakhir Bulan Juni - Juli

Bali | Senin, 14 Februari 2022 | 08:21 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×