Peneliti: Orang yang Kekurangan Vitamin D Berisiko Alami Infeksi Parah Virus Corona

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 16 Februari 2022 | 15:05 WIB
Peneliti: Orang yang Kekurangan Vitamin D Berisiko Alami Infeksi Parah Virus Corona
Ilustrasi pasien virus corona Covid-19 (Pixabay/Coyot)

Suara.com - Baru-baru ini, para peneliti menemukan orang yang kekurangan vitamin D lebih mungkin mengalami infeksi virus corona Covid-19 parah.

Dalam sebuah studi retrospektif yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE, para ilmuwan dari Galilee Medical Center dan Bar Ilan University di Israel memeriksa catatan lebih dari 1.176 pasien virus corona Covid-19 yang dirawat antara 7 April 2020 - 4 Febuari 2021 di Galilea yang berbasis di Nahariya.

Para peneliti punmengukur kadar vitamin D para pasien yang positif virus corona Covid-19 dalam 2 minggu hingga 2 tahun sebelum infeksi virus corona.

Setiap peserta pun dikategorikan berdasarkan tingkat vitamin D, yakni peserta yang kekurangan vitamin D, belum mencukupi kadar vitamin D, kadar vitamin D yang memadai dan kadar vitamin D yang normal.

Kemudian, kadar vitamin D itu dikaitkan dengan tingkat keparahan infeksi virus corona Covid-19. Lebih dari 250 pasien memiliki catatan kadar vitamin D sebelum terinfeksi virus corona Covid-19.

Ilustrasi Vitamin D (freepik)
Ilustrasi Vitamin D (freepik)

Tim peneliti menemukan bahwa pasien dengan kekurangan vitamin D 14 kali lebih mungkin mengalami infeksi virus corona Covid-19 parah.

Kematian di antara pasien dengan kadar vitamin D yang cukup adalah 2,3 persen dibandingkan dengan 25,6 persen pada kelompok yang kekurangan vitamin D.

"Status vitamin D yang lebih rendah lebih sering terjadi pada pasien dengan penyakit parah atau kritis dibandingkan pada individu dengan penyakit ringan atau sedang," kata studi dikutip dari Fox News.

Peneliti juga menyesuaikan hasilnya dengan usia, jenis kelamin, dan riwayat penyakit kronis peserta.

baca juga

Menurut Bar Ilan University , penelitian ini adalah salah satu yang pertama menganalisis kadar vitamin D pasien sebelum dan setelah terinfeksi virus corona.

"Kami menyarankan semua orang untuk mempertahankan kadar vitamin D dalam tubuh yang normal. Karena ini bermanfaat untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19," kata Dr. Amiel Dror, dari Galilee Medical Center dan Azrieli Fakultas Kedokteran Universitas Bar-Ilan.

Studi ini berkontribusi pada bukti yang terus berkembang menunjukkan bahwa riwayat kekurangan vitamin D pasien adalah faktor risiko prediktif yang terkait dengan perjalanan penyakit klinis dan kematian akibat virus corona Covid-19 yang lebih buruk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorce Gamalama Meninggal, Ini Risiko Penderita Diabetes Terinfeksi Virus Corona

Dorce Gamalama Meninggal, Ini Risiko Penderita Diabetes Terinfeksi Virus Corona

Health | Rabu, 16 Februari 2022 | 12:32 WIB

Dorce Gamalama Pernah Alami Alzheimer, Ini Risikonya saat Terinfeksi Virus Corona

Dorce Gamalama Pernah Alami Alzheimer, Ini Risikonya saat Terinfeksi Virus Corona

Health | Rabu, 16 Februari 2022 | 12:13 WIB

Dibutuhkan Pasien Covid-19, Produsen Pastikan Stok Vitamin D Terjamin saat Kasus Melonjak

Dibutuhkan Pasien Covid-19, Produsen Pastikan Stok Vitamin D Terjamin saat Kasus Melonjak

Health | Selasa, 15 Februari 2022 | 18:50 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB