Dokter Jelaskan Alasan Masuk Akal di Balik Cerita Viral Ibu di Nias yang Kehilangan Bayi dalam Kandungannya

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 24 Februari 2022 | 11:07 WIB
Dokter Jelaskan Alasan Masuk Akal di Balik Cerita Viral Ibu di Nias yang Kehilangan Bayi dalam Kandungannya
Video viral ibu di Nias kehilangan bayi dalam kandungannya (TikTok/Instagram)

Suara.com - Kisah seorang ibu di Nias, Sumatera Utara yang kehilangan bayi dalam kandungannya viral di media sosial. Cerita sendiri disebar lewat video seorang tenaga kesehatan (nakes) yang mengaku memeriksa kehamilan ibu tersebut.

Menurut nakes tersebut, si ibu benar-benar dalam kondisi seperti ibu hamil dengan perut membesar dengan usia kandungan enam bulan, bahkan detak jantung si bayi juga sudah terdengar. 

"Ibu ini, sore kemarin masih dalam keadaan hamil 6 bulan, saya yang periksa. Detak jantung bayinya bagus, semuanya bagus. Jadi ibu ini berasal dari pedalaman daerah perkebunan di Nias."

"Tiba-tiba, sore ini dia datang lagi kepada saya dalam keadaan perutnya sudah kempes dan tidak ada tanda-tanda kehamilan, tanda-tanda kelahiran juga tidak ada," cerita nakes terdebut, dikutip dari video yang disebarkan akun Twitter @areajulid, Kamis (24/2/2022).

Ilustrasi Janin dalam Kandungan. (Pixabay//Skitterphoto)
Ilustrasi Janin dalam Kandungan. (Pixabay//Skitterphoto)

Saat ditanya mengenai kehamilannya, si ibu bercerita kalau malam sebelumnya mimpi bertemu dengan seorang nenek yang meminta janinnya. Nenek tersebut mengambil janin tersebut sebelum sempat si ibu memberi izin atau menolaknya.

"Saya minta dia untuk rujuk ke dokter spesialis kandungan untuk USG kembali, apakah kemarin dia hamil atau tidak. Tapi berdasarkan pemeriksaan saya beberapa kali bertemu dia sudah tiga kali, saya bertemu dia memang dalam keadaan hamil," ujarnya. 

"Jadi kehilangan bayi dalam kandungan bagi sebagian orang hanya seperti khayalan atau halusinasi. Tapi saya beberapa kali menemukan kejadian itu di sini. Jadi kalau kalian tidak percaya silakan skip," imbuh nakes tersebut. 

Di sisi lain, fenomena seperti itu sebenarnya bisa dijelaskan secara logis berdasarkan ilmu kedokteran.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Ivander Ramon Utama, F.MAS, Sp.OG., menjelaskan bahwa kejadian 'bayi hilang' dari kandungan sebenarnya disebut juga dengan pseudocyesis atau kehamilan palsu.

"Jelas ini bukan fenomena gaib, ini bukan fenomena parapsikologi, ini jelas adalah fenomena kedokteran. Ada istilahnya pseudocyesis atau kehamilan palsu," jelas dokter Ivander dihubungi suara.com, Rabu (23/2/2022).

Menurutnya, fenomena tersebut jarang terjadi di kota besar. Tetapi, memang lebih sering terjadi di daerah terpencil yang akses layanan kesehatannya masih belum memadai. 

Sebab, meski nakes juga si ibu itu mengaku mendengar suara detak jantung janin, bisa jadi terjadi kesalahan saat pemeriksaan. Dokter Ivander menjelaskan, untuk memastikan kehamilan dan usia janin perlu dilakukan USG. 

Saat dilakukan USG, detak jantung juga bisa terdengar. Tetapi, selain USG ada pula alat lain yang bisa digunakan untuk mengecek detak jantung janin.

"Kalau kita mau mendengarkan jantung bayi di dalam perut itu bisa dengan menggunakan beberapa alat stetoskop laennec. Itu merupakan alat paling konvensional, bentuknya seperti corong yang ditempelkan di perut ibu."

"Kemudian nanti si pemeriksa menempelkan alat tersebut ke telinganya. Tapi itu sudah semakin ditinggalkan, semakin jarang dipakai, diganti dengan doppler," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seorang Warga Tertimpa Longsor di Gunungsitoli Sumut

Seorang Warga Tertimpa Longsor di Gunungsitoli Sumut

Sumut | Rabu, 02 Februari 2022 | 11:57 WIB

Amankan 18 WNA di Apartemen Gading Nias Residence, Imigrasi Jakut: Banyak yang Sembunyi di Kamar

Amankan 18 WNA di Apartemen Gading Nias Residence, Imigrasi Jakut: Banyak yang Sembunyi di Kamar

Jakarta | Jum'at, 28 Januari 2022 | 21:59 WIB

Nelayan Hilang Saat Mancing, Basarnas Lakukan Pencarian

Nelayan Hilang Saat Mancing, Basarnas Lakukan Pencarian

Sumut | Selasa, 04 Januari 2022 | 17:11 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB