Dua Tahun Pandemi Covid-19, Ketua Satgas IDI Soroti Rekor Kematian Harian yang Sempat Tinggi

Rabu, 02 Maret 2022 | 17:52 WIB
Dua Tahun Pandemi Covid-19, Ketua Satgas IDI Soroti Rekor Kematian Harian yang Sempat Tinggi
Ilustrasi korban meninggal Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Tepat dua tahun pandemi Covid-19 menyerang Indonesia, Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban menyoroti kasus kematian Covid-19 yang pecah rekor di gelombang varian Omicron.

Tak main-main, dalam cuitannya ia menyayangkan kasus harian yang terus turun, tapi kematian harian tetap tinggi, yakni mencapai 325 jiwa per hari.

Ia lantas meminta pemerintah memperhatikan jumlah testing atau tracing yang harus ditingkatkan.

"Ini rekor (kematian harian). Yang harus jadi perhatian, jumlah tes turun sekali. Dulu bisa 100 ribu. Sekarang hanya sekitar 50 ribuan. Itu pun sebagian besar dikerjakan Jakarta. Quo vadis (bagaimana dengan) provinsi lain?," ungkap Prof. Zubairi dalam cuitannya dikutip suara.com, Rabu (2/3/2022).

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban. (Tangkap Layar)
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban. (Tangkap Layar)

Selain itu, tepat di dua tahun sejak kasus konfirmasi positif Covid-19 pertama ditemukan pada 2 Maret 2020 lalu, profesor yang juga guru besar spesialis penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan sudah seharusnya masyarakat sadar berbagai faktor yang bisa mengendalikan pandemi di Indonesia.

"Membuka mata kita bahwa ada sejumlah kebijakan yang efektif terhadap pandemi, yaitu kontrol perbatasan, mobilitas manusia dibatasi, tes dan penelusuran diperbanyak, serta vaksinasi. Bismillah kita bisa melewati semua ini untuk menuju endemi," tutup penuh harap Prof, Zubairi.

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi pada Selasa, 1 Maret mengumumkan 6 provinsi Indonesia yang terus alami tren melandainya kasus dalam 10 hari terakhir.

"Ada 6 provinsi yang kasus hariannya melandai, yaitu Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Gorontalo, Bengkulu, dan Lampung," ujar Nadia saat konferensi pers.

Ada juga 14 provinsi yang juga secara konsisten selama 10 hari berturut-turut kasus hariannya dan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit terus menurun, meskipun belum masuk kategori melandai.

Baca Juga: Masih Pandemi Covid-19, Umat Hindu Malang Gelar Ritual Nyepi Secara Terbatas, Tak Ada Pembakaran Ogoh-ogoh

14 provinsi itu adalah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Papua, dan Papua Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI