Suara.com - Untuk banyak orang, mengalami leher kaku mungkin adalah hal yang biasa. Meski demikian, Anda wajib paham benar apa yang jadi penyebab atau pemicunya, serta bagaimana cara mengatasi leher kaku dengan tepat. Sederhana, agar keluhan ini tak berkepanjangan dan tak menjadi masalah lebih besar.
Sakit leher sendiri biasanya bertahan cukup lama, dan jika tidak diatasi bisa menjalar ke beberapa bagian tubuh lain dan menyebabkan keluhan yang lebih mengganggu. Maka dari itu, wajib ditangani dengan baik dan cepat, agar segera pulih dan tidak mengganggu aktivitas.
Apa Saja Penyebabnya?
Secara umum sakit leher atau leher kaku akan disebabkan karena kurang lancarnya aliran darah pada bagian ini. Selain itu, cedera ringan juga bisa memicu terjadinya leher kaku. Pemicu lain mungkin adalah posisi yang salah saat duduk atau beraktivitas.
Lebih detail simak poin berikut ini.
1. Cedera Ringan
Penyebab paling sederhana mungkin adalah cedera ringan berupa kejang otot. Hal in terjadi karena postur tubuh yang buruk saat beraktivitas, atau aktivitas fisik terlalu berat yang dilakukan.

2. Cedera Whiplash
Disebut demikian karena terjadi saat kepala dan leher tersentak secara tiba-tiba ke arah depan dan belakang. Hal ini akan membuat jaringan lunak pada leher dan tulang belakang tertarik, dan mengalami kerusakan.
3. Arthritis
Kondisi ini menyebabkan bantalan tulang rawan di antara ruas-ruas tulang belakang terkikis sehingga gesekan yang terjadi lebih terasa dan memicu rasa nyeri atau kaku pada bagian leher.
4. Meningitis
Leher kaku dan sakit juga bisa disebabkan oleh meningitis, yakni peradangan cairan dan membran yang mengelilingi otak dan tulang belakang.
5. Stres Berlebihan
Salah satu penyebab leher kaku dan terasa sakit lainnya adalah stres berlebih. Seperti mungkin sudah Anda tebak, stres memang bisa memicu berbagai kondisi kesehatan berbeda yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Zodiak Kesehatan Hari Ini, Selasa 22 Februari 2022: Libra Lakukan Peregangan Panjang dengan Yoga
Health | Selasa, 22 Februari 2022 | 06:05 WIB
Obat Pereda Nyeri Tylenol Paling Aman Dikonsumsi Ibu Hamil, tapi Jangan Sampai Berlebihan
Health | Senin, 31 Januari 2022 | 21:36 WIB
Duduk Selama 6 Jam atau Lebih Buruk untuk Kesehatan, Lakukan 5 Jenis Peregangan Ini!
Health | Minggu, 30 Januari 2022 | 18:28 WIB
Terkini
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB