Kasus Rawat Inap Anak Naik 5 Kali Lipat Selama Varian Omicron Dominan

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 18 Maret 2022 | 16:12 WIB
Kasus Rawat Inap Anak Naik 5 Kali Lipat Selama Varian Omicron Dominan
Ilustrasi bayi (istockphoto.com)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menemukan kasus pasien varian Omicron dari virus corona Covid-19 anak-anak yang dirawat di rumah sakit AS sekitar 5 kali lipat dibandingkan gelombang kasus varian Delta sebelumnya.

Dalam sebuah laporan, tingkat rawat inap akibat virus corona Covid-19 melonjak selama varian Omicron mendominasi. Pada 14,5 per 100 ribu pasien adalah bayi dan anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Pada bayi usia kurang dari 6 bulan, kasus rawat inap 6 kali lebih tinggi selama lonjakan kasus varian Omicron, sama halnya ketika varian Delta mendominasi.

"Rasio tingkat rawat inap ketika varian Omicron dan varian Delta dominan juga meningkat di antara bayi dan anak-anak usia 6-23 bulan dan 2-4 tahun," jelas laporan CDC dikutip dari Fox News.

Tingkat kasus pasien masuk ICU tiap bulan sekitar 3,5 kali lebih tinggi selama varian Omicron mendominasi pada Januari 2022, seperti selama varian Delta melonjak pada September 2021.

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Bahkan kasus pasien anak masuk ICU selama varian Omicron mendominasi meningkat sekitar 3,5 kali lipat dibandingkan ketika varian Delta melndominasi.

Di antara kasus tersebut, sekitar 63 persen pasien tanpa kondisi medis yang mendasar dan 44 persen kasus menimpa bayi di bawah usia 6 bulan.

Lama rawat inap di rumah sakit juga sedikit lebih pendek selama varian Omicron melonjak, yang mana sekitar 6 persen adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun yang dirawat di rumah sakit dan membutuhkan perawatan intensif.

Tingkat rawat inap di antara bayi dan anak-anak usia 0-4 tahun menurun pada minggu yang berakhir pada 19 Februari 2022.

baca juga

Keterbatasan penelitian ini termasuk bahwa rawat inap terkait virus corona Covid-19 dan koinfeksi virus mungkin terlewatkan.

Karena, periode varian virus corona tertentu mendominasi tidak sama dengan varian lainnya, tidak memperhitungkan perubahan musim dan kebijakan kesehatan masyarakat, serta temuan ini mungkin tidak bisa digeneralisasikan.

Namun demikian, CDC mengatakan kesimpulannya menggarisbawahi pentingnya merancang strategi untuk mencegah virus corona pada bayi dan anak kecil.

Jadi, pihaknya mendorong semua orang yang memenuhi syarat, termasuk ibu hamil untuk vaksinasi. Karena, bayi dan anak kecil termasuk kelompok yang belum bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Orang Israel Terinfeksi Varian Virus Corona Terbaru, Apa Itu?

Dua Orang Israel Terinfeksi Varian Virus Corona Terbaru, Apa Itu?

Health | Jum'at, 18 Maret 2022 | 14:58 WIB

Ahli Temukan Hubungan Infeksi Virus Corona Covid-19 Ringan dan Risiko Diabetes

Ahli Temukan Hubungan Infeksi Virus Corona Covid-19 Ringan dan Risiko Diabetes

Health | Jum'at, 18 Maret 2022 | 09:42 WIB

Persiapan Unik Pembalap Moto2 Marcel Schrotter Jelang MotoGP Mandalika 2022, Bawa Bak Mandi Bayi Karet

Persiapan Unik Pembalap Moto2 Marcel Schrotter Jelang MotoGP Mandalika 2022, Bawa Bak Mandi Bayi Karet

Otomotif | Jum'at, 18 Maret 2022 | 09:22 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×