Termasuk Gejala Diabetes Tipe 2, Pernahkah Anda Alami Polifagia?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 22 Maret 2022 | 15:33 WIB
Termasuk Gejala Diabetes Tipe 2, Pernahkah Anda Alami Polifagia?
Ilustrasi Lapar. (Pexels//George Milton)

Suara.com - Salah satu gejala awal kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes tipe 2 adalah polifagia, yakni nafsu makan yang meningkat.

Polifagia adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan rasa lapar berlebihan atau nafsu makan yang meningkat.

Saat seseorang melakukan aktivitas berat, seperti olahraga. Maka, sangat wajar bila mereka merasa mudah lapar.

Pada sebagian orang, keinginan makan yang berlebihan ini juga bisa dikaitkan dengan depresi dan perasaan stres.

Tapi, polifagia merupakan salah satu dari 3 tanda utama diabetes yang sama dengan 2 gejala lainnya, yakni rasa haus yang meningkat dan buang air kecil lebih sering.

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, cobalah untuk konsultasikan dengan dokter. Orang yang menderita diabetes tipe 2 tidak bisa memperoleh energi yang mereka butuhkan dari makanan.

Karena dilansir dari Express, penderita diabetes resisten terhadap insulin atau tidak bisa memproduksi cukup hormon insulin.

Iludtrasi diabetes (freepik)
Iludtrasi diabetes (freepik)

Insulin diperlukan untuk memungkinkan glukosa, yang berasal dari makanan yang dikonsumsi dan masuk ke dalam sel-sel tubuh.

Sebaliknya, glukosa terus mengapung di aliran darah dan berkontribusi terhadap gula darah tinggi.

Karena sel tidak bisa mendapatkan glukosa yang mereka butuhkan untuk energi, tubuh memicu rasa lapar supaya mendapatkan energi yang dibutuhkan dari makanan.

Namun, siklusnya akan berlanjut ketika Anda menderita diabetes. Tak peduli berapa banyak Anda makan, Anda akan tetap merasa lapar.

NHS menyoroti lebih banyak gejala diabetes tipe 2, antara lain:

  1. Penglihatan kabur
  2. Luka yang sulit sembuh
  3. Gatal di sekitar alat kelamin
  4. Berat badan turun tanpa alasan
  5. Kelelahan

Diabetes dianggap sebagai "kondisi seumur hidup" yang memerlukan pemeriksaan medis rutin.

Karena kondisi ini dapat menyebabkan penyakit jantung, kerusakan saraf, kehilangan penglihatan, dan masalah dengan ginjal sangat diperlukan.

Konsultasi dengan dokter bisa membantu mendeteksi diabetes tipe 2 melalui diagnosis sampel darah dan urine.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turunkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes, Cobalah Minum Teh Ini!

Turunkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes, Cobalah Minum Teh Ini!

Health | Senin, 21 Maret 2022 | 14:10 WIB

Ahli Temukan Hubungan Infeksi Virus Corona Covid-19 Ringan dan Risiko Diabetes

Ahli Temukan Hubungan Infeksi Virus Corona Covid-19 Ringan dan Risiko Diabetes

Health | Jum'at, 18 Maret 2022 | 09:42 WIB

Ingin Terus Makan Walau Sudah Kenyang? Bisa Jadi Merupakan Indikasi 4 Masalah Medis: Salah Satunya Diabetes

Ingin Terus Makan Walau Sudah Kenyang? Bisa Jadi Merupakan Indikasi 4 Masalah Medis: Salah Satunya Diabetes

Health | Kamis, 17 Maret 2022 | 18:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB