Studi: Anak Pengidap Autisme Memiliki Pertumbuhan Amigdala yang Lebih Cepat, Apa Sebabnya?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 30 Maret 2022 | 20:10 WIB
Studi: Anak Pengidap Autisme Memiliki Pertumbuhan Amigdala yang Lebih Cepat, Apa Sebabnya?
Ilustrasi anak autis. [shutterstock]

Suara.com - Studi baru yang terbit di The American Journal of Psychiatry menunjukkan struktur otak amigdala tumbuh dengan cepat pada bayi yang didiagnosis autisme di usia 2 tahun.

Peneliti menemukan pertumbuhan berlebih ini terjadi antara 6 hingga 12 bulan, sebelum anak-anak didiagnosis autisme.

Namun tak perlu khawatir, menurut peneliti, terapi yang dimulai sejak bayi memiliki peluang keberhasilan yang tinggi dalam mengatasi pembesaran amigdala ini.

"Penelitian kami menunjukkan waktu yang optimal untuk memulai intervensi (terapi) dan mendukung bayi yang berisiko tinggi mengembangkan autisme selama tahun pertama kehidupan," jelas penulis studi sekaligus profesor psikiatri dan pediatri Joseph Piven dari University of North Carolina, Chapel Hill.

Menurut Live Science, gangguan spektrum autisme atau autism spectrum disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan yang memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, berinteraksi, belajar, dan berperilaku.

Ilustrasi autisme. (Shutterstock)
Ilustrasi autisme. (Shutterstock)

Sementara amigdala merupakan struktur di dalam otak yang terlibat dengan pemrosesan emosi, seperti rasa takut maupun menafsirkan ekspresi wajah.

Dalam laporannya, peneliti mencatat bahwa pada usia 6 bulan ukuran amigdala anak pengidap autisme masih sama, tetapi ketika mencapai usia 12 bulan, ukurannya semakin membesar.

Terlebih lagi, anak yang memiliki tingkat pertumbuhan amigdala tercepat mengalami gejala autisme yang paling parah.

"Semakin cepat amigdala tumbuh pada masa bayi, semakin banyak kesulitan sosial yang ditunjukkan anak ketika didiagnosis autisme setahun kemudian," kata penulis utama studi Mark Shen.

Peneliti berhipotesis bahwa pembesaran ini disebabkan oleh adanya masalah dengan pemrosesan informasi visual dan sensorik pada masa awal bayi.

Jadi, intervensi medis yang dapat dilakukan kepada bayi berisiko autisme adalah terapi yang berfokus pada peningkatan pemrosesan informasi visual dan sensorik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berhasil Retas Data Microsoft, Pemimpin Kelompok Lapsus$ Seorang Remaja 16 Tahun Penyandang Autisme

Berhasil Retas Data Microsoft, Pemimpin Kelompok Lapsus$ Seorang Remaja 16 Tahun Penyandang Autisme

Lampung | Sabtu, 26 Maret 2022 | 12:30 WIB

Penyandang Autisme Sukses, 5 Potret Kakak Sheryl Sheinafia Jadi Petani

Penyandang Autisme Sukses, 5 Potret Kakak Sheryl Sheinafia Jadi Petani

Banten | Kamis, 10 Maret 2022 | 09:15 WIB

Maisa, Penyandang Autisme yang Sukses Jadi Petani Hidroponik

Maisa, Penyandang Autisme yang Sukses Jadi Petani Hidroponik

Foto | Kamis, 03 Maret 2022 | 09:30 WIB

Terkini

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB