Perlukah Penerima Vaksin Johnson & Johnson Mendapat Dosis Lanjutan, Ini Rekomendasi Ahli

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 08 April 2022 | 14:34 WIB
Perlukah Penerima Vaksin Johnson & Johnson Mendapat Dosis Lanjutan, Ini Rekomendasi Ahli
Vaksin COvid-19 Johnson & Johnson. [Justin Tallis/AFP]

Suara.com - Pemerintah Indonesia saat ini tengah gencar melaksanakan program vaksinasi Covid-19 booster Indonesia. Bahkan kini vaksin booster menjadi salah satu syarat untuk bepergian.

Untuk yang telah mendapatkan vaksin dasar Johnson & Johnson sebaiknya mempertimbangkan dosis tambahan mereka. Sebelumnya, sempat dikatakan bahwa penerima vaksin Covid Johnson & Johnson cukup mendapatkan satu dosis. 

"Rekomendasi saya adalah bagi seseorang yang menerima dosis Johnson & Johnson tahun lalu untuk melanjutkan dan mendapatkan dua dosis vaksin (baik Pfizer-BioNTech atau Moderna), terutama jika individu tersebut termasuk dalam kelompok yang kami anggap berisiko tinggi," kata Brian Dixon, ahli epidemiologi di Institut Regenstrief dan Sekolah Kesehatan Masyarakat Richard M. Fairbanks Universitas Indiana seperti dikutip dari USA Today.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Pixabay)

Dixon memimpin sebuah studi baru yang menemukan orang yang mendapat satu suntikan Johnson & Johnson atau satu suntikan dan booster kurang terlindungi dari kasus Covid-19 yang serius dibandingkan mereka yang menerima dua dosis awal dan booster vaksin Pfizer-BioNTech atau Moderna.

Pada hari Selasa, dua lembaga federal mengesahkan dosis booster tambahan vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna untuk siapa pun yang berusia 50 tahun ke atas, serta orang-orang dari segala usia dengan sistem kekebalan yang lemah. Mereka berhak mendapatkan booster setidaknya empat bulan setelah dosis terakhir mereka.

Dr. William Moss, direktur eksekutif Pusat Akses Vaksin Internasional di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, mengatakan menurutnya orang-orang dari segala usia yang mendapat dosis awal Johnson & Johnson membutuhkan booster kedua.

"Jika mereka menerima satu dosis Johnson & Johnson, mereka harus mendapatkan dua dosis tambahan," katanya.

Moss mengatakan dia mengerti mengapa mereka yang mendapat suntikan Johnson & Johnson akan merasa kecewa dan kesal dengan studi baru dan otorisasi penguat.

"Masalah ini tidak ditangani secara langsung (oleh agen federal), dan itu perlu," kata Moss, menambahkan bahwa dia berharap itu akan muncul selama pertemuan komite penasihat Food and Drug Administration pada 6 April.

baca juga

"FDA dan CDC telah membiarkan orang-orang J&J mengering sedikit tanpa benar-benar mempertimbangkan hal ini dengan rekomendasi khusus."

Vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang telah diberikan kepada lebih dari 190 juta orang Amerika, didasarkan pada teknologi mRNA. Ketika seseorang menerima suntikan mRNA, sel mereka sendiri diarahkan untuk membuat protein yang ditemukan di permukaan virus penyebab COVID-19.

Di Indonesia sendiri, vaksin Johnson & Johnson telah memperoleh izin penggunaan darurat atau EUA (Emergency Use Authorization) dari Badan POM pada tanggal 7 September 2021 dan akan dipakai untuk masyarakat umum yang berusia 18 tahun ke atas dengan dosis tunggal sebanyak 0,5 ml.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemnaker Terus Mendorong Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Setiap Tempat Kerja

Kemnaker Terus Mendorong Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Setiap Tempat Kerja

Bisnis | Jum'at, 08 April 2022 | 13:21 WIB

Temuan Baru, Panjang Jari Bisa Prediksi Tingkat Keparahan Infeksi Virus Corona Covid-19

Temuan Baru, Panjang Jari Bisa Prediksi Tingkat Keparahan Infeksi Virus Corona Covid-19

Health | Jum'at, 08 April 2022 | 13:54 WIB

Penelitian Swedia: Penyintas Covid-19 Bisa Mengembangkan Komplikasi Pembuluh Darah

Penelitian Swedia: Penyintas Covid-19 Bisa Mengembangkan Komplikasi Pembuluh Darah

Health | Jum'at, 08 April 2022 | 13:39 WIB

Terkini

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

×