Orangtua Wajib Tahu, Anemia Pada Anak Bisa Terjadi Karena Masalah Kekurangan Zat Besi

Risna Halidi, Lilis Varwati

Minggu, 10 April 2022 | 20:50 WIB
Orangtua Wajib Tahu, Anemia Pada Anak Bisa Terjadi Karena Masalah Kekurangan Zat Besi
Ilustrasi anak sakit (Elements Envato)

Suara.com - Anemia atau kekurangan darah bisa menimpa siapa saja, baik orang dewasa maupun pada anak-anak. Bahkan tanda awal anemia bisa terjadi sejak bayi masih berusia kurang dari satu tahun. 

Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Murti Andriastuti, Sp.A(K) menjelaskan, anemia terjadi apabila anak kekurangan nutrisi zat besi berkepanjangan. Diagnosis anemia bisa terlihat dari hasil tes hemoglobin pada darah. 

"Bayi sampai usia 5 tahun (kadar hemoglobin normal) sekitar 11 gram per desiliter. Kalau misalnya didapatkan hasil laboratorium di bawah itu, maka disebut anemia," jelas dokter Murti dalam siaran langsung Instagram bersama Primaku, Minggu (10/4/2022).

Meski bayi lahir cukup umur dengan berat badan cukup juga masih berpotensi alami defisiensi zat besi, terutama setelah selesai masa ASI ekslusif atau di atas usia enam bulan. 

Menurut dokter Murti, banya bayi sudah mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI, tetapi menu makanannya kurang mengandung zat besi. Apabila terjadi terus menerus, bayi bisa mulai alami defisiensi zat besi dalam waktu sekitar tiga bulan setelah MPASI.

"Banyak dari penelitian ataupun kasus sehari-hari memang paling banyak terjadi defisiensi besi pada usia sekitar delapan sampai sembilan bulan, jadi tiga bulan setelah ASI eksklusif," ujarnya.

Meski kadar zat besi dalam tubuhnya telah berkurang, bayi memang tidak langsung mengalami anemia, lanjut dokter Murti. Tetapi, defisiensi zat besi yang telah terjadi bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Ia menjelaskan bahwa untuk pembentukan sel darah merah sangat dibutuhkan zat besi. Apabila kadar zat besi dalam tubuh berkurang, otomatis produksi sel darah merah juga menurun. 

Padahal peran sel darah merah sangat penting dalam menyalurkan oksigen juga nutrisi ke seluruh tubuh yang akan menopang tumbuh kembang bayi.

baca juga

"Zat besi juga dibutuhkan dalam perkembangan otak anak. Volume otak bayi pada setahun pertama sudah bisa mencapai setengah kali volume otak dewasa," kata dokter Murti.

Secara fisik, anak yang alami defisiensi zat besi, meski belum sampai anemi, memang agak sulit dideteksi. Anak bisa saja tetap aktif bergerak meski wajahnya telah terlihat lebih pucat dari sebelumnya.

"Anemia penyebabnya, banyak sekali sekitar 30 sampai 50 persen karena defisiensi zat besi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bunda Harus Tahu, Ini Pentingnya Kandungan Zat Besi dalam Menu MPASI

Bunda Harus Tahu, Ini Pentingnya Kandungan Zat Besi dalam Menu MPASI

Health | Minggu, 10 April 2022 | 19:04 WIB

Ibu Hamil Rentan Mengalami Anemia, Kenali Jenis dan Penyebabnya

Ibu Hamil Rentan Mengalami Anemia, Kenali Jenis dan Penyebabnya

Health | Minggu, 10 April 2022 | 13:54 WIB

8 Makanan yang Mengandung Zat Besi, Mudah Ditemukan dan Rasanya Lezat!

8 Makanan yang Mengandung Zat Besi, Mudah Ditemukan dan Rasanya Lezat!

Health | Minggu, 10 April 2022 | 08:30 WIB

Terkini

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:02 WIB

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:00 WIB

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

×