facebook

Ngeri! Studi Sebut Vape Berisiko Merusak Jantung Hingga Otak

Bimo Aria Fundrika
Ngeri! Studi Sebut Vape Berisiko Merusak Jantung Hingga Otak
ilustrasi rokok elektrik (pixabay)

Rokok elektronik mungkin sangat membantu untuk berhenti merokok tetapi juga digunakan oleh orang-orang yang belum pernah menyentuh rokok.

Suara.com - Rokok elektrik atau vape selama ini kerap disebut sebagai alternatif dari rokok. Tapi ternyata penggunaan vape justru mampu menyebabkan kerusakan berbahaya pada otak, jantung, dan usus, para peneliti telah memperingatkan.

Rokok elektronik mungkin sangat membantu untuk berhenti merokok tetapi juga digunakan oleh orang-orang yang belum pernah menyentuh rokok.

Dilansir dari The Sun, para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas California (USC) San Diego melihat merek populer yang dijual di Inggris dan AS.

JUUL adalah perangkat rokok elektrik terkemuka namun kontroversial di pasaran.

Baca Juga: Bagaimana Kondisi Ade Armando Sekarang Usai Dikeroyok Massa Demo 11 April? Ini Update Keadaan Terkini!

Ilustrasi vape
Ilustrasi vape

Studi ini, yang diterbitkan dalam jurnal eLife, adalah yang pertama menilai bagaimana perangkat JUUL dapat memengaruhi organ.

Dr Laura Crotty Alexander, penulis studi senior di USC, mengatakan: "Rokok elektrik berbasis pod ini baru menjadi populer dalam lima tahun terakhir, jadi kami tidak tahu banyak tentang efek jangka panjangnya terhadap kesehatan."

Studi ini melibatkan pemodelan penggunaan sehari-hari dari JUUL pod dalam rasa mint dan mangga yang paling populer.

Tikus dewasa terpapar aerosol JUUL tiga kali sehari selama tiga bulan, Scienmag melaporkan.

Para peneliti kemudian melihat tanda-tanda peradangan pada hewan pengerat, menemukan sejumlah perubahan yang mengkhawatirkan.

Baca Juga: Terungkap! Penyebab Sesungguhnya Ipda Imam Agus Husein Meninggal Dunia Saat Mengawal Aksi Demo Mahasiswa

Efek yang paling mencolok adalah di otak, di mana beberapa penanda inflamasi meningkat.

Komentar