Gejala Long Covid-19, Ahli Sarankan Konsumsi Makanan Ini Guna Atasi Kabut Otak

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 18 April 2022 | 15:02 WIB
Gejala Long Covid-19, Ahli Sarankan Konsumsi Makanan Ini Guna Atasi Kabut Otak
Ilustrasi virus corona covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Profesor James Goodwin menjelaskan bahwa kabut otak salah satu gejala Long Covid-19. Kabut otak merupakan istilah non-medis yang digunakan untuk menggambarkan perasaan lesu.

Tapi, Profesor Goodwin menjelaskan sebuah penelitian yang muncul menunjukkan bahwa virus menyebabkan kerusakan pada mitokondria di sel-sel otak.

"Kita harus tahu bahwa selama infeksi, virus corona Covid-19 memasuki otak melalui penghalang darah otak yang sangat kedap air," kata Profesor Goodwin dikutip dari Express.

Profesor Goodwin menjelaskan bahwa penghalang darah otak terdiri dari pembuluh darah tertutup rapat yang melindungi otak.

"Lonjakan virus corona Covid-19 mengunci pembuluh darah ini, lalu bereplikasi di dalam selnya dan masuk ke otak," jelasnya.

Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)

Peradangan yang terjadi di seluruh tubuh juga merusak penghalang ini, yang selanjutnya merusak komunikasi dengan sistem kekebalan.

Profesor Goodwin pun memiliki beberapa rekomendasikan makanan bergizi untuk mendukung sel otak yang sehat sekaligus mengatasi kabut otak.

Contohnya, mereka menyarankan konsumsi asam lemak omega-3 dari air dingin dan ikan berlemak, seperti salmon, mackerel, herring dan sarden.

Makanan bergizi lainnya yang bisa ditambah dalam diet termasuk daging merah, bayam dan brokoli karena mengandung asam alfa-lipoat.

baca juga

Profesor Goodwin juga menyarankan untuk memasukkan L-carnitine dan creatine ke dalam diet, yang dapat Anda lakukan dengan makan unggas, telur, kacang polong dan biji.

"Mengherankan, neuron tertentu di otak sebenarnya bisa merasakan kenaikan kadar gula darag secara mendadak," jelasnya.

Sedangkan, mitokondria dengan cepat berubah bentuk dan struktur, yang dapat menyebabkan perubahan metabolisme yang mendalam secara keseluruhan, seperti diabetes tipe 2.

Ia mengatakan mengurangi konsumsi karbohidrat olahan dan gula menghilangkan tekanan ini pada mitokondria.

Bahkan, puasa juga mendukung jaringan mitokondria dengan menghilangkan mitokondria yang rusak dan memicu pembuatan sel baru.

Lebih lanjut, Profesor Goodwin merekomendasikan untuk menetapkan kisaran kalori yang sehat untuk mencegah makan berlebihan.

Cara ini akan mengurangi keluaran spesies oksigen reaktif, yang mendorong peradangan dan kerusakan sel.

Selain nutrisi, Profesor Goodwin mengatakan bahwa olahraga, sauna, dan tidur malam yang baik semuanya berperan dalam melindungi sel-sel otak.

Penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan suhu jaringan otot meningkatkan efisiensi mitokondria.

Bahkan, relaksasi dan meditasi juga dapat berperan dalam menjaga mitokondria kita tetap sehat, mengurangi efek psikologis dari hormon stres kortisol.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda dengan Tes Antigen, Ilmuwan Inggris Buat Rapid Test Covid-19 yang Lebih Akurat!

Beda dengan Tes Antigen, Ilmuwan Inggris Buat Rapid Test Covid-19 yang Lebih Akurat!

Health | Sabtu, 16 April 2022 | 15:30 WIB

Temuan Baru, Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Masalah Kesehatan Mata Langka!

Temuan Baru, Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Masalah Kesehatan Mata Langka!

Health | Sabtu, 16 April 2022 | 14:29 WIB

Ungkap Kondisi Ade Armando, Sekjen PIS: Belum Ada Perkembangan, Masih Dirawat Intensif Setelah Pendarahan Otak

Ungkap Kondisi Ade Armando, Sekjen PIS: Belum Ada Perkembangan, Masih Dirawat Intensif Setelah Pendarahan Otak

News | Jum'at, 15 April 2022 | 21:39 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×