Anak Merasa Takut Saat Diajak Silaturahmi Lebaran, Ini yang Bisa Orangtua Lakukan Terlebih Dahulu

Senin, 09 Mei 2022 | 14:10 WIB
Anak Merasa Takut Saat Diajak Silaturahmi Lebaran, Ini yang Bisa Orangtua Lakukan Terlebih Dahulu
Ilustrasi maaf-maafan saat lebaran. (Shutterstock)

Suara.com - Silaturahmi menjadi salah satu tradisi Idul Fitri wajib yang dilakukan masyarakat di Indonesia. Bagi orang dewasa, hal ini mungkin terasa menyenangkan karena bisa jadi momen melepas rindu pada sanak saudara. 

Namun hal berbeda mungkin bisa dirasakan oleh si kecil. Bertemu keluarga besar merupakan salah satu keteraturan baru yang tidak mudah untuk anak. Mereka mungkin akan sulit beradaptasi saat bertemu orang yang jarang atau bahkan baru saja mereka temui.

Terlebih, kata psikolog klinis dan keluarga Pritta Tyas, saat momen silaturahmi seperti Lebaran, anak seringkali menjadi pusat perhatian dan tak jarang ingin melakukan kontak fisik dengannya langsung. 

"Orangtua bisa melakukan sounding terlebih dahulu dengan cara-cara yang konkret agar pertemuan keluarga terasa tidak terlalu menakutkan lagi bagi mereka," pungkas Co-Founder Goodenoughparents.id.

Nah, agar momen silaturahmi tetap bisa membuat anak nyaman, berikut beberapa hal yang bisa orangtua lakukan, seperti yang Suara.com kutip dari Good Enough Parents. 

1. Kenalkan Siapa yang Akan Anak Temui

Salah satunya adalah kita bisa memperlihatkan foto keluarga besar pada anak terlebih dahulu. Atau membuat kartu bergambar foto dan nama, supaya anak dapat mengenali wajah yang akan ia temui.

2. Bermain Pohon Keluarga

Coba buat pohon keluarga yang disertai dengan foto untuk menjelaskan hubungan setiap orang dengan dirinya, atau ayah ibunya. Misalkan "Oma itu ibunya ayah."

Baca Juga: 6 Fakta Mudik Lebaran 2022, Mulai dari Bebas PCR hingga Dilarang Takbiran

3. Berkenalan Lewat Video Call

Anak bisa mulai berkenalan dan mencoba ngobrol sebelum benar-benar bertemu, agar nantinya ia lebih percaya diri saat berintetaksi langsung.

4. Bermain Peran

Orangtua bisa berpura-pura menjadi kakek, nenek, tante atau anggota keluarga lainnya. Dengan bermain peran kita bisa sekalian mengajarkannya cara mengucapkan salam atau bagaimana merespons ketika diajak berbicara. 

5. Buku Bertema Keluarga

Bacakan nyaring buku tenyang keluarga supaya anak nemiliki bayangan siapa dan bagaimana keluarga besar itu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI