Array

Alergi Air Parah Membuat Wanita Ini Tidak Mandi, Menangis dan Minum!

Kamis, 12 Mei 2022 | 16:30 WIB
Alergi Air Parah Membuat Wanita Ini Tidak Mandi, Menangis dan Minum!
ilustrasi air (Unsplash)

Suara.com - Seorang remaja 15 tahun memiliki alergi air, sehingga membuatnya tidak bisa menangis atau mandi secara teratur karena membuatnya kesakitan.

Abigail Beck, remaja asal Arizona yang alergi air itu didiagnosis dengan urtikaria aquagenic bulan lalu. Ia mulai mengalami gejala pertamanya sejak 3 tahun lalu.

Urtikaria aquagenic yang dideritanya merupakan kondisi langka. Ada perkiraan bahwa alergi air ini memperngaruhi 1 dari 200 jura orang, yang menyebabkan gejala gatal-gatal.

Abigail mengaku hujan atau mandi rasanya asam, sehingga ia hanya mandi 2 hari sekali. Bahkan, ia belum minum segelas air selama lebih dari setahun karena menyebabkannya muntah.

Karena itu, ia memilih mengonsumsi minuman energi atau jus delima yang memiliki kadar air lebih rendah.

Ilustrasi Mandi (Pixabay)
Ilustrasi Mandi (Pixabay)

Dokter telah berusaha memberinya pil rehidrasi dan sedang mempertimbangkan untuk memberinya infus reguler agar mendapatkan lebih banyak cairan.

Abigail pertama kali mengalami gejala yang menyiksa pada tahun 2019 saat usianya 13 tahun dan baru mulai merasakan pubertas.

Karena kondisi ini tergolong langka, dokter tidak tahu banyak cara terbaik untuk mengobatinya.

Pasien biasanya mendapatkan terapi, termasuk antihistamin, perawatan sinar UV, steroid, krim yang bertindak sebagai penghalang dan mandi dengan natrium bikarbonat.

Baca Juga: Gara-Gara Infeksi Virus Corona Covid-19, Bon Jovi Tak Bisa Nyanyi selama 2 Minggu

Mulanya, Abigail tidak segera pergi ke dokter karena takut dikira gila dan baru mengumpulkan keberanian tahun 2022 ini.

"Butuh waktu lama untuk aku mengumpulkan keberanian ini. Karena, perlahan kondisinya semakin memburuk dan rasa sakitnya sangat parah saat hujan," kata Abigail dikutip dari Daily Mail.

ilustrasi minum air putih (pexels/Daria Shevtsova)
ilustrasi minum air putih (pexels/Daria Shevtsova)

Bahkan, ia sempat mengira rasa sakit yang dialaminya itu normal. Sampai akhirnya, ia mencoba bertanya pada ibunya dan semakin lama menyadari dirinya berbeda dengan orang lain.

"Bahkan air mata saya sendiri menyebabkan reaksi di wajah saya, yang bisa menjadi merah dan terbakar parah," ujarnya.

Karena itu, ia tidak menangis dan tidak mansi. Abigail hanya bisa minum sedikit air pada satu waktu dan mengambil antihistamin dan steroid untuk mengatasi reaksi.

Sementara itu, ia juga mengalami reaksi terhadap minuman energi yang menyebabkan kram dan nyeri selama empat jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI