Kekurangan Vitamin Tertentu Ganggu Proses Pembekuan Darah, Ini Hubungannya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 13 Mei 2022 | 10:47 WIB
Kekurangan Vitamin Tertentu Ganggu Proses Pembekuan Darah, Ini Hubungannya
Ilustrasi vitamin (Pexels/Anna Shvets)

Suara.com - Pembekuan darah adalah respons alami terhadap cedera yang dibutuhkan tubuh untuk menutup luka. Namun, terkadang gumpalan terbentuk di dalam pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika pembuluh darah mengalami cedera atau setelah seseorang duduk dalam waktu lama.

Tapi, kekurangan beberapa nutrisi juga bisa mengganggu proses pembekuan darah. Institut Jantung, Paru-paru dan Darah Nasional telah merinci karakteristik dari berbagai jenis pembekuan darah.

"Pembekuan darah yang juga dikenal sebagai tromboemboli vena adalah gangguan yang mencakup trombosis vena dalam dan emboli paru," kata badan kesehatan tersebut, dikutip dari Express.

Trombosis vena dalam terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di vena dalam, biasanya pada kaki bagian bawah, paha, atau panggul.

Ilustrasi vitamin. (Unsplash)
Ilustrasi vitamin. (Unsplash)

Jika gumpalan pecah dan mengalir melalui aliran darah ke paru-paru, kondisi itu dikenal sebagai emboli paru yang mematikan.

Menurut WebMD, kekurangan vitamin D mungkin menjadi salah satu penyebab trombosis vena dalam yang kurang diketahui.

"Para peneliti dalam satu penelitian kecil menemukan bahwa kadar vitamin D dari 82 orang yang menderita trombosis vena dalam tanpa penyebab jelas kurang dari 85 orang yang tidak pernah menderita trombosis vena dalam," ujarnya.

Secara umum, orang dewasa membutuhkan 600 hingga 800 IU vitamin per hari. Anda bisa mendapatkannya dari salmon, tuna, keju, dan kuning telur.

Anda juga bisa menghabiskan waktu 30 menit di bawah sinar matahari dua kali seminggu. Anda pun dapat memeriksakan kadar vitamin D Anda dengan tes darah.

Satu studi untuk mengeksplorasi hubungan antara vitamin D rendah dan perkembangan trombosis vena dalam pada tahun 2018.

Penelitian yang terdiri dari periode tindak lanjut 30 tahun, menemukan bahwa penurunan kadar vitamin D selama perubahan musim panas ke musim dingin menyebabkan peningkatan risiko tromboemboli vena.

Selain kekurangan vitamin D, kondisi lain yang diketahui mengganggu mekanisme pembekuan darah dalam tubuh adalah kekurangan vitamin B12 dan vitamin K.

vitamin K (shutterstock)
vitamin K (shutterstock)

Hal itu karena tubuh membutuhkan vitamin K untuk memproduksi protein yang diperlukan untuk proses pembekuan.

Saat kadarnya kurang maksimal, tubuh bisa kehilangan kemampuannya untuk menggumpal dan menempatkan tubuh pada risiko pendarahan yang berlebihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berisiko Pembekuan Darah Langka, BPOM AS Batasi Penggunaan Vaksin Janssen

Berisiko Pembekuan Darah Langka, BPOM AS Batasi Penggunaan Vaksin Janssen

Health | Selasa, 10 Mei 2022 | 12:18 WIB

Mengenal Nutrisi Buah Pepaya Segar yang Bisa Memutihkan Kulit secara Alami

Mengenal Nutrisi Buah Pepaya Segar yang Bisa Memutihkan Kulit secara Alami

Your Say | Senin, 09 Mei 2022 | 12:34 WIB

3 Tanda Fisik yang Terjadi Jika Terlalu Banyak Mengonsumsi Vitamin D

3 Tanda Fisik yang Terjadi Jika Terlalu Banyak Mengonsumsi Vitamin D

Health | Sabtu, 07 Mei 2022 | 16:15 WIB

Terkini

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya

Health | Rabu, 22 April 2026 | 06:40 WIB

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 19:44 WIB

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi

Health | Selasa, 21 April 2026 | 18:31 WIB