facebook

Bukan Cuma Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei Juga Diperingati Sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Bukan Cuma Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei Juga Diperingati Sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia
ilustrasi dokter dan perawat [shutterstock]

Pada peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia diusung tema IDI Reborn Berbakti Untuk Negeri, Mengabdi Untuk Rakyat.

Suara.com - Masyarakat Indonesia mengenal tanggal 20 Mei sebagai peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) untuk mengenang pembentukan organisasi kepemudaan Budi Utomo. 

Di tanggal yang sama, sebenarnya juga menjadi peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI). Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Adib Khumaidi, Sp.OT., mengatakan bahwa sejak 2008, tanggal 20 Mei juga diperingati sebagai HBDI.

"Pada 2008, kita menyampaikan kepada Presiden pada saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk meminta agar peringatan 20 Mei yang juga hari Kebangkitan Nasional sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia. Alhamdulillah pada saat itu oleh Presiden ditetapkan 20 Mei sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia," kata dr. Adib dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/5/2022).

Ilustrasi dokter meninggal karena virus Corona. (Shuttterstock)
Ilustrasi dokter meninggal karena virus Corona. (Shuttterstock)

Ia menambahkan, peringatan HBDI juga tidak lepas dari organisasi Budi Utomo. Oleh sebab itu, tanggal yang dipilih juga sama dengan peringatan Harkitnas.

Baca Juga: PDSI Sebut IDI Bukan Organisasi Profesi, Tapi Ormas

"Berdirinya Budi Utomo dipromotori oleh teman-teman dokter pada saat itu, pada 20 Mei 1908. Kemudian hari ulang tahun Ikatan Dokter Indonesia diperingati 24 Oktober, tahun lahirnya 1950. Proses yang terjadi antara 1908 Budi Utomo, kemudian sampai menjadi lahirnya Ikatan Dokter Indonesia sangat erat hubungannya," kata Adib.

Pada peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia diusung tema IDI Reborn – Berbakti Untuk Negeri, Mengabdi Untuk Rakyat. 

“IDI Reborn adalah bentuk lahirnya dokter Indonesia dengan wajah baru yang mampu berkomunikasi dengan lebih cerdas, lebih efektif, dan lebih inovatif, tanpa melupakan pondasi dasar dan ideologi sebuah profesi,” ujarnya.

Propinsi Jawa Tengah terpilih sebagai tempat pembukaan pelaksanaan HBDI Ke-114 tahun ini, di mana Kecamatan Sukolilo-Kabupaten Pati yang menjadi pembuka serangkaian kegiatan HBDI yang dilakukan di seluruh IDI Wilayah dan IDI Cabang.

Dijelaskan oleh Ketua Panitia HBDI Jawa Tengah 2022 Dr. dr. Cahyono Hadi, Sp.OG(K)., bahwa Kegiatan HBDI ke-114 yang dilakukan di Pati antara lain dengan Gerakan masyarakat sehat pada daerah pesisir yang umumnya mengalami kesulitan dalam mendapatkan sumur, jamban, dan air bersih. 

Baca Juga: Ketua Satgas IDI Sebut Kebijakan Lepas Masker Saat Ini Belum Ideal, Kenapa?

Dalam rangka HBDI, IDI Cabang sekitar Pati, Kudus, Purbalingga, serta IDI cabang Jawa Tengah lainnya memfasilitasi penyediaan sumur, jamban, dan air tersebut menjadi daerah binaan. Selain itu, kegiatan lainnya untuk meningkatkan Kesehatan masyarakat seperti sunatan masal, donor darah, skrining Kesehatan pada anak, ibu hamil dan lansia, serta operasi katarak, dan lain-lain.

Komentar