Lagi Heboh di Eropa, Ini Gejala Awal Cacar Monyet Hingga Sembuh

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 21 Mei 2022 | 16:06 WIB
Lagi Heboh di Eropa, Ini Gejala Awal Cacar Monyet Hingga Sembuh
Ilustrasi Cacar Monyet (Pexels)

Suara.com - Ditemukannya kasus cacar monyet di Amerika Serikat, Australia, dan Eropa jadi pembicaraan para ahli. Beberapa menyandingkan penyakit kulit ini dengan cacar air yang berhasil diberantas pada 1980.

Tapi tidak banyak yang tahu perjalanan penyakit dan gejala awal cacar monyet yang kasusnya diprediksi akan terus meningkat, karena orang yang terinfeksi bisa menularkan selama 2 hingga 3 minggu bergejala.

Mengutip Insider, Sabtu (21/5/2022), perjalanan penyakit cacar monyet pada setiap orang bisa beragam. Tapi menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, CDC, gejala awal cacar monyet adalah demam seperti flu, yaitu demam, kelelahan, sakit kepala dan nyeri tubuh. Selanjutnya kelenjar getah bening di leher dan ketiak akan membengkak, sebagai tanda adanya infeksi.

Ruam kemudian akan muncul di wajah dan dada pasien cacar monyet. Ruam ini dimulai dengan bintik merah yang awalnya berisi cairan, lalu berisi nanah.

Selanjutnya menurut CDC, dalam 24 jam ruam akan langsung menyebar ke seluruh tubuh. Tapi umumnya ruam ini akan terkonsentrasi di wajah, lengan dan kaki.

Presiden American Society of Tropical Medicine and Hygiene, Daniel Bausch mengatakan tahap pertama ruam dimulai dengan bintik merah di makula, yang ukurannya tidak lebih dari satu sentimeter.

Selanjutnya pada hari ketiga, ruam berubah jadi lesi bintik putih yang lebih menonjol. Berikutnya bakal lebih tajam dan keras saat disentuh.

Pada hari keenam dan ketujuh, benjolan jadi lebih banyak berisi nanah berwarna kekuningan, dan bukan cairan bening.

Selama tujuh hari benjolan berisi nanah ini akan bertahan sebelum akhirnya mulai mengeras.

Tapi yang mengkhawatirkan adalah selama ruam berubah jadi benjolan berisi nanah, rasanya akan sangat menyakitkan. Bahkan akan berubah sangat gatal tak tertahankan saat proses benjolan nanah perlahan berubah jadi keras.

Sehingga penyakit cacar monyet ini bisa berlangsung sangat lama, yakni selama 2 hingga 3 minggu hingga akhirnya sembuh dan mengering.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Cacar Monyet Dunia: Belanda Laporkan Kasus Pertama, Kongo Sudah Hampir 1.300

Kasus Cacar Monyet Dunia: Belanda Laporkan Kasus Pertama, Kongo Sudah Hampir 1.300

Health | Sabtu, 21 Mei 2022 | 15:58 WIB

Mengetahui Fakta-Fakta Cacar Monyet, yang Saat Ini Sedang Mewabah di Negara Barat

Mengetahui Fakta-Fakta Cacar Monyet, yang Saat Ini Sedang Mewabah di Negara Barat

Health | Sabtu, 21 Mei 2022 | 15:13 WIB

Spanyol Catat 30 Kasus Cacar Monyet, Sebagian Besar terkait Sauna

Spanyol Catat 30 Kasus Cacar Monyet, Sebagian Besar terkait Sauna

News | Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:24 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB