facebook

Ciri-Ciri Flu Singapura pada Anak dan Pengobatannya, Orangtua Wajib Tahu

Yasinta Rahmawati
Ciri-Ciri Flu Singapura pada Anak dan Pengobatannya, Orangtua Wajib Tahu
Ilustrasi gambar ciri-ciri flu singapura pada anak dan pengobatannya. (freepik)

Flu Singapura adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dikenal enterovirus dan sifatnya menular. Berikut ciri-ciri flu singapura pada anak dan pengobatannya.

Suara.com - Flu Singapura adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dikebal enterovirus dan sifatnya menular. Umumnya penyakit ini menyerang Si Kecil yang berusia di bawah 10 tahun, meski tidak menutup kemungkinan juga bisa diderita oleh orang dewasa. Adapun ciri-ciri flu singapura pada anak dan pengobatannya yakni sebagai berikut.

Diketahui, daya tahan tubuh yang belum sekuat orang dewasa dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya cuci tangan menjadi dua faktor mengapa flu Singapura lebih banyak menyerang Si Kecil. Faktor lainnya yang juga berpengaruh yaitu cuaca. 

Sejumlah penelitian di Singapura, Jepang, dan Hongkong, menemukan bahwa flu singapura ini lebih mudah menular pada area yang bersuhu panas, kelembapan tinggi, dan berangin kencang.

Si Kecil dapat tertular flu Singapura jika bersentuhan dengan cairan dari penderita penyakit, seperti lendir hidung, air liur, cairan dari kulit, feses, atau cairan yang keluar saat penderita bersin dan batuk. Untuk selengkapnya, berikut ini ciri-ciri flu Singapura pada anak dan pengobatannya yang dihimpun dari sejumlah sumber.

Baca Juga: Dinkes Kepri Khawatir Flu Singapura Serang Anak-anak, Flu Apa Ini?

Gejala Flu Singapura pada Anak, Wajib untuk Diwaspadai!. (Pexels)
Ciri-Ciri Flu Singapura pada Anak, Wajib untuk Diwaspadai. (Pexels)

Ciri-Ciri flu Singapura

Perlu diketahui bahwa masa inkubasi virus flu singapura berlangsung selama 3-6 hari. Ciri-ciri atau gejala pertama yang biasanya muncul adalah demam yang kemudian diikuti dengan nyeri menelan, nafsu makan menurun, dan lemas.

Kemudian, gejala berlanjut dengan munculnya sariawan akan muncul di mulut Si Kecil, 1-2 hari setelah demam muncul. Biasanya rasa sakit sariawan akan membuat Si Kecil menjadi enggan makan. Setelah munculnya sariawan, muncul ruam merah di tangan dan kaki Si Kecil.

Pengobatan Flu Singapura Pada Anak

Tak ada terapi khusus guna menyembuhkan penyakit ini. Pasalnyaz penyebab penyakit ini adalah infeksi virus. Oleh karena itu, Si Kecil tidak perlu antibiotik, kareba penyakitnya dapat sembuh sendiri dalam 7-10 hari.

Baca Juga: Kiano Kena Flu Singapura, Bahaya Menular ke Paula Verhoeven yang Lagi Hamil

Meski begitu, dokter bisa memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala agar Si Kecil merasa lebih nyaman dan ingin makan. Adapun perawatan diri yang dapat dilakukan di rumah yakni sebagai berikut:

  • Berikan makanan atau sup yang lembut agar Si Kecil bisa menelannya dengan mudah
  • Memberikan nutrisi cair tambahan yang mengandung nukleotida dan laktoferin. Nukleotida merupakan protein yang dibutuhkan tubuh untuk dapat memperkuat kekebalan terhadap infeksi dan laktoferin berfungsi sebagai antimikroba dan pengatur sistem kekebalan tubuh. 
  • Berikan obat untuk menurunkan panas dan meredakan demam maupun nyeri
  • Pastikan Si Kecil mengonsumsi banyak cairan. Tidak apa-apa untuk memberinya minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit di tenggorokan.
  • Pastikan Si Kecil beristirahat dengan cukup
  • Oleskan krim antigatal pada bagian ruam jika perlu

Untuk Si Kecil yang sudah bisa berkumur, mintalah untuk berkumur dengan air garam beberapa kali sehari. Ini dapat membantu mengurangi sariawan

Umumnya, komplikasi yang paling dialami pada anak yang mengalami flu Singapura adalah dehidrasi. Si Kecil biasanya akan menolak makan dan minum karena sakit sariawan. Jika hal ini terjadi, segera bawa ke dokter. Mungkin Si Kecil membutuhkan asupan cairan infus.

Demikian ulasan mengenai ciri-ciri flu singapura pada anak dan pengobatannya. Untuk menghindari flu singapura pada anak, cegah penyebarannya dengan menerapkan beberapa kebiasaan hidup sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah batuk atau bersin. 

Kontributor : Ulil Azmi

Komentar