Viral Lagi Curhat Lawas Mama Maudy Ayunda, Pindahkan Anak dari Sekolah Kurikulum Nasional Karena Belajar Nama Kecamatan

Risna Halidi, Lilis Varwati

Jum'at, 27 Mei 2022 | 13:33 WIB
Viral Lagi Curhat Lawas Mama Maudy Ayunda, Pindahkan Anak dari Sekolah Kurikulum Nasional Karena Belajar Nama Kecamatan
Maudy Ayunda dan Jesse Choi. (Tangkapan Layar Medium)

Suara.com - Sebagai seorang seniman, Maudy Ayunda tidak hanya dikenal jago akting dan bernyanyi, tapi juga berprestasi secara akademis.

Ketertarikan Maudy terhadap bidang akademis nyatanya dimulai bahkan sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Hal itu tak lepas dari pengaruh orangtuanya - terutama sang ibu Mauren Jasmedi, yang sangat memerhatikan pendidikan Maudy dan adiknya.

Di media sosial, Mauren bercerita bagaimana saat Maudy baru duduk di kelas 2 SD, ia terpaksa pindah sekolah lantaran Mauren tak nyaman melihat anaknya diminta menghafal nama-nama kecamatan di Jakarta.

"Saat Anak saya TK sampai kelas 2 SD, mereka bersekolah di sekolah berkurikulum nasional. Awalnya, sama sekali tidak terpikir pindahkan anak dari sekolah tersebut."

"Sampai suatu saat, ketika saya menemani anak-anak belajar, saya kecewa atas materi pembelajaran kala itu, di mana murid diminta menghapal nama-nama kecamatan di Jakarta, dam materi-materi hapalan lain yang saya anggap kurang tepat," cerita Mauren, dikutip suara.com dari akun Instagram pribadinya.

Sejak mengetahui hal itu, Mauren sering menemukan materi sekolah yang menurutnya masih tidak tepat. Tetapi, ia sendiri tidak tahu harus melayangkan protes kepada siapa.

"Daripada sibuk cari kesalahan orang, mulailah saya hunting mencari sekolah lain yang lebih sesuai harapan saya," ujarnya.

Bukannya mendatangi ruang kantor guru untuk bertanya tentang profil sekolah, Mauren justru punya cara berbeda dalam menentukan tempat belajar anak-anaknya.

Ibu dua anak itu sengaja datang ke kantin sekolah dan mendengarkan obrolan para siswa saat jam istirahat.

baca juga

Bukan hanya itu, ia juga mengintip proses belajar secara langsung di beberapa kelas. Tindakan itu dilakukannya setiap hari di beberapa SD.

"Hingga suatu hari, saya mendapatkan 1 SD berkurikulum Nasional Plus, yang terbilang masih baru, bahkan anak saya baru akan menjadi angkatan kedua di sekolah itu dan bermurid hanya 9 orang per kelas."

"Mungkin bagi sebagian orang, sekolah dengan minim fasilitas ini bukan pilihan menarik. Tapi saat memasuki sekolah itu saya sungguh telah jatuh cinta,"tuturnya.

Walaupun tidak memiliki gedung yang besar juga fasilitasnya tidak sebanyak SD yang saat itu masih jadi sekolah Maudy, tapi Mauren merasa SD dengan kurikulum Nasional plus itu diisi oleh siswa berkualitas dan memiliki etika yang santun, meski berbicara dalam bahasa asing.

Ia juga memerhatikan sikap para guru yang terlihat dekat dengan siswa. Setelah melihat proses belajar di kelas secara langsung, menurut Mauren, konsep yang diterapkan menyenangkan karena melibatkan siswa secara aktif dengan komunikasi dua arah.

Keesokan harinya, Maudy langsung diajak ibunya untuk ikut melihat SD tersebut. Bahkan pelantun Perahu Kertas tersebut sampai bolos sekolah.

"Tepat di hari survey itu, hanya dalam satu hari, sulungku bahkan sudah berkeputusan tidak lagi ingin bersekolah di sekolah lama. Padahal kami hanya berkeliling sekolah yang kecil dan akhirnya diizinkan trial hadir di dalam kelas hingga kelas berakhir," tulis Mauren.

Saat melihat Maudy ikut di dalam kelas, Mauren baru menyadari kalau anaknya masih kebingungan mengikuti pelajaran karena guru menyampaikannya dengan Bahasa Inggris.

Walau begitu, Maudy meyakinkan ibunya siap menerima tantangan harus belajar bahasa baru dan materi pelajaran yang bahkan mungkin bisa membuatnya mengulang kelas, asalkan tetap bisa sekolah di SD tersebut.

Saat pertengahan kelas 2 SD, Maudy resmi pindah sekolah dari SD dengan lebih banyak fasilitas dan berhalaman luas ke sekolah yang lebih kecil bangunannya.

"Walau kecil namun telah mampu mencuri hati kami teramat dalam. Di sanalah akhirnya anak-anak saya menghabiskan sekolah dasar hingga masa SMP mereka usai (9 tahun)," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keakraban Maudy Ayunda dan Jesse Choi Kembali Terungkap: Orang Pinter Nggak Butuh Sensasi

Keakraban Maudy Ayunda dan Jesse Choi Kembali Terungkap: Orang Pinter Nggak Butuh Sensasi

Entertainment | Jum'at, 27 Mei 2022 | 11:48 WIB

Apes! Ponsel Jesse Choi Tenggelam Pas Renang, Warganet: Cepat Masukin Beras

Apes! Ponsel Jesse Choi Tenggelam Pas Renang, Warganet: Cepat Masukin Beras

Entertainment | Jum'at, 27 Mei 2022 | 10:56 WIB

Crazy Rich Hermanto Tanoko Beri Hadiah Maudy Ayunda Menempati Kondominium, Netizen: Ya, Hanya Setahun

Crazy Rich Hermanto Tanoko Beri Hadiah Maudy Ayunda Menempati Kondominium, Netizen: Ya, Hanya Setahun

Sumsel | Kamis, 26 Mei 2022 | 20:21 WIB

Terkini

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan

Jabar | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

×