Bayi Asal Indonesia Meninggal akibat Covid-19 di Taiwan, Diperparah Gagal Jantung dan Paru-Paru

Kamis, 02 Juni 2022 | 14:15 WIB
Bayi Asal Indonesia Meninggal akibat Covid-19 di Taiwan, Diperparah Gagal Jantung dan Paru-Paru
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Suara.com - Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) Taiwan mengumumkan kematian dua bayi yang usianya belum satu tahun akibat infeksi Covid-19, Rabu (1/6/2022).

Dilansir Taiwan News, satu kematian terjadi pada bayi termuda berusia satu bulan dan lainnya merupakan kasus pertama keturunan WNA, yang berasal dari Indonesia, berusia lima bulan.

Diketahui bayi laki-laki satu bulan itu lahir prematur dan menderita penyakit paru-paru. Diduga ia tertular dua anggota keluarga yang sebelumnya positif Covid-19.

Bocah ini mengalami demam pada 24 Mei, tetapi keluarganya tidak langsung memeriksakannya ke dokter. Esokannya, sang bayi sudah tidak responsif, koma dan menunjukkan tanda-tanda hipoksia.

Saat tiba di rumah sakit, sang bayi sudah tidak menunjukkan tanda kehidupan, yang langsung dinyatakan meninggal.

Ilustrasi bayi sakit (Pexels)
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Dokter mengatakan penyebabnya karena Covid-19, yang dikombinasikan dengan kegagalan pernapasan.

Sementara bayi keturunan Indonesia mengalami demam 38 derajat Celcius pada 14 Mei. Setelah dites antigen, bayi perempuan ini dinyatakan positif.

Tetapi orang tuanya justru memberi sang bayi antipiretik tanpa diperiksakan ke dokter. Pada 15 Mei sang bayi ditemukan koma, menderita hipoksia dan kehilangan semua tanda vital saat dilarikan ke rumah sakit.

Setelah diotopsi, hasilnya menunjukkan bayi lima bulan ini terinfeksi Covid yang diperparah dengan gagal jantung serta paru-paru.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Nihil, Binda Riau Tetap Intensifkan Vaksinasi di 12 Wilayah

Menurut statistik CECC, total anak berusia di bawah 12 tahun yang didiagnosis Covid-19 di Taiwan ada 29. Pasien tersebut meliputi 15 kasus ensefalitis, 6 kasus pneumonia, 2 kasus sepsis, 2 kasus croup, 1 kasus dengan penyakit penyerta (tumor otak), dan 3 kasus kematian di rumah.

Dari kasus yang parah, ada 12 anak meninggal, termasuk 5 yang menderita ensefalitis, 2 derita pneumonia, 1 alami sepsis, 1 memiliki penyakit penyerta, dan 3 di rumah.

Dari Januari hingga 31 Mei tahun ini, ada 1.999.623 kasus ringan dan tanpa gejala. Sementara masih ada 3.905 kasus sedang, terhitung 0,19%, sementara ada 1.810 kasus berat, terdiri 0,09%, dengan 1.524 meninggal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI