Suara.com - Selain dokter dan bidan, ada profesi lain di bidang kesehatan misalnya perawat yang belajar di jurusan keperawatan.
Tak hanya dari urusan medis, profesi perawat juga akan diajari mengenai cara berkomunikasi, juga cara memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk menunjang kesembuhan pasien.
Jurusan Ilmu Keperawatan dapat ditempuh dengan jenjang D3, D4, Sarjana, Master, Doktoral, hingga Profesi.
Tidak ada perbedaan yang jauh di antara jenjang pendidikan tersebut. Mata kuliah yang akan dipelajari juga hampir mirip.
Jika D3 dan D4 lebih menekankan pada praktik, maka perkuliahan S1 akan menyeimbangkan pembelajaran teori maupun praktik.

Lulusan dari program studi Ilmu Keperawatan akan mendapatkan gelar yang berbeda, tergantung dari jenjang yang dipilih.
Alumni dari program D3 akan mendapat gelar A.Md.Kep (Ahli Madya Keperawatan), D4 akan mendapat gelar S.Tr.Kep (Sarjana Terapan Keperawatan), dan S1 akan bergelar S.Kep (Sarjana Keperawatan).
Selama berkuliah jurusan keperawatan juga akan fokus belajar tentang perawatan pasien untuk memulihkan atau mempertahankan kesehatan.
Oleh sebab itu, ilmu yang dipelajari tidak hanya yang berkaitan dengan kesehatan saja.
Tapi juga kebutuhan dasar manusia, mulai dari biologi, sosiologi, psikologi, hingga spiritual. Karenanya, keahlian seorang perawat tidak cukup hanya memasang infus atau pun mengenali obat.
Dikutip dari Ruang Guru, berikuti sejumlah keahlian yang juga dibutuhkan seorang perawat:
1. Harus Bisa Menyeimbangkan Empati dan Pengetahuan
Tidak semua orang sanggup menjadi perawat, karena profesi ini lebih mengutamakan pengabdian dibanding orientasi profit. Menjadi seorang perawat berarti akan mendedikasikan hidup dan keahlian untuk merawat dan mendampingi orang sakit.
Selain membekali diri dengan ilmu-ilmu medis, seperti hafalan anatomi hingga alat-alat kesehatan, perawat juga harus memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap pasien.
Rasa empati dan pengetahuan ini tidak bisa dipisahkan, karena keduanya sama-sama penting agar bisa menangani pasien hingga pulih.
2. Mempunyai Mental yang Kuat
Dalam proses pendidikan, para mahasiswa jurusan Ilmu Keperawatan harus siap mempelajari semua materi kuliah yang hampir mirip dengan jurusan Ilmu Kedokteran.
Juga akan melalui praktik lapangan yang mengharuskan begadang saat shift malam atau kerja lembur. Juga harus menyusun laporan Askep (Asuhan Keperawatan).
3. Belajar Komunikasi Baik dan Efektif
Konsep pendidikan dan pelayanan antara dokter dan perawat berbeda. Pada jurusan Ilmu Keperawatan, akan belajar mengenai pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Sehingga, tidak hanya belajar sains, tetapi juga kehidupan sosial.
Misalnya, bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan efektif dengan pasien, cara memberikan pelayanan kesehatan yang menunjang untuk kesembuhan, dan sebagainya.
4. Sering Belajar Kelompok
Mahasiswa Ilmu Keperawatan identik dengan kegiatan belajar kelompoknya. Karena materi kuliah yang cukup banyak.
Banyaknya materi ini membuat para mahasiswa kerap membagi-bagi bahan ajar ke porsi yang lebih kecil untuk dipelajari satu per satu secara berkelompok agar waktu belajar lebih efektif.
5. Mengutamakan Personal Hygiene atau Kebersihan Diri
Mahasiswa keperawatan harus selalu mengutamakan personal hygiene atau kebersihan diri. Apalagi saat sudah praktik di lapangan dan menangani pasien dengan kondisi dan beragam penyakit yang diderita.
Untuk lolos sertifikasi menjadi perawat juga harus menjaga kebersihan dalam lingkungan kerja agar tetap steril.