Ahli Sebut Ruam akibat Cacar Monyet Biasa Muncul di Area Genital dan Anus

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 07 Juni 2022 | 12:30 WIB
Ahli Sebut Ruam akibat Cacar Monyet Biasa Muncul di Area Genital dan Anus
cacar monyet (freepik)

Suara.com - Para ahli menilai cacar monyet atau monkeypox ini sedikit berbeda dari yang dilaporkan secara historis. Pakar penyakit infeksi UCSF, Peter Chin-Hong, ruam yang disebabkan oleh cacar monyet sedikit berbeda dengan apa yang dipahami masyarakat sejauh ini.

Peter mengatakan perbedaan utama dalam wabah cacar monyet sekarang ini, ruam yang muncul biasanya di area genital dan anus, bukan di wajah atau badan.

Tapi, ruam yang muncul mulai dari alat kelamin ini bisa berpindah ke lengan dan telapak tangan, bahkan terkadang sampai ke wajah dan mulut.

Sejumlah besar pasien cacar monyet mengaku mengalami lesi yang lebih sedikit daripada yang dilaporkan dalam jurnal atau buku.

Bahkan, ruam dan lepuh yang dialami kebanyakan pasien cacar monyet lebih halus daripada kasus cacar monyet sebelumnya.

Ilustrasi Cacar Monyet (Pexels)
Ilustrasi Cacar Monyet (Pexels)

"Awalnya, ruam mungkin terlihat seperti bisul atau infeksi staph. Kemudian, ini terlihat seperti herpes atau borok sifilis," kata Chin-Hong dikutip dari Express.

Bahkan, saat ruam ini berubah menjadi koreng akan terlihat seperti bekas cacar air pada umumnya.

Di samping itu, Dokter Meera Chand, Direktur Infeksi Klinis dan Emerging di UKHSA, mengatakan sekarang ini ahli sedang berusaha memutus rantai penularannya dengan cara pelacakan kontak dan vaksin.

"Kami berterima kasih kepada semua orang yang sudah melakukan pengujian dan penting bagi semua orang untuk mewaspadai gejalanya," kata Meera.

Sebagian besar kasus cacar monyet disebabkan oleh kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi atau menghirup tetesan pernapasan dari orang yang terinfeksi.

CDC menyatakan bahwa keparahan gejala bergantung pada beberapa faktor, tetapi sebagian besar kasus ditandai dengan komplikasi ringan.

Anak-anak di bawah usia delapan tahun atau siapa pun dengan gangguan kekebalan juga bisa berisiko tinggi mengalami komplikasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alert! CDC Tingkatkan Level Waspada Cacar Monyet Jadi Level 2: Masyarakat Diminta Pakai Masker

Alert! CDC Tingkatkan Level Waspada Cacar Monyet Jadi Level 2: Masyarakat Diminta Pakai Masker

Health | Selasa, 07 Juni 2022 | 10:22 WIB

Soal Virus Cacar Monyet, Guru Besar UGM Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir Berlebih

Soal Virus Cacar Monyet, Guru Besar UGM Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir Berlebih

Jogja | Senin, 06 Juni 2022 | 23:55 WIB

Kasus Cacar Monyet Capai 700 Lebih di 27 Negara, WHO: Ini Sangat Kritis!

Kasus Cacar Monyet Capai 700 Lebih di 27 Negara, WHO: Ini Sangat Kritis!

Health | Senin, 06 Juni 2022 | 20:50 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB