Cegah Obesitas dan Diabetes, Cukai untuk Kopi Susu dan Minuman Berpemanis dalam Kemasan Perlu Didukung

M. Reza Sulaiman

Rabu, 08 Juni 2022 | 16:06 WIB
Cegah Obesitas dan Diabetes, Cukai untuk Kopi Susu dan Minuman Berpemanis dalam Kemasan Perlu Didukung
Ilustrasi kopi susu. (Shutterstock)

Suara.com - Penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK), seperti kopi susu kekinian dan teh kemasan, menjadi salah satu bentuk pencegahan meningkatnya kasus penyakit tidak menular di Indonesia. Apa hubungannya?

Dijelaskan oleh dr Rudy Kurniawan, SpPD, DipTH selaku founder Sobat Diabet, makanan dan minuman yang tinggi kandungan gula merupakan faktor risiko penyebab kegemukan dan obesitas, yang pada akhirnya meningkatkan potensi seseorang terserang diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, hingga gagal ginjal.

Penyakit tidak menular sendiri merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Data Global Burden of Disease tahun 2019 memperlihatkan bahwa 7 dari 10 penyebab kematian tertinggi adalah penyakit tidak menular. Oleh karena itu, pencegahan penyakit tidak menular perlu menjadi perhatian bersama.

"Data American Diabetes Association tahun 2020 menyebut kejadian sindrom metabolik, termasuk diabetes, dipengaruhi oleh interaksi yang kompleks antara perilaku, genetik, sosioekonomi dan banyak yang di luar kendali individu. Jadi gak bisa tuh ngomong pencegahan diabetes hanya dari individu seperti makanan dan minumannya saja, tapi juga ada peran komunitas hingga pemangku kepentingan," tutur dr Rudy dalam Health Editorials Meeting yang diselenggarakan oleh Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), Selasa (7/6/2022).

Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Peneliti CISDI Gita Kusnadi menyebut Indonesia merupakan negara dengan konsumsi MBDK tertinggi ketiga di dunia. Anak-anak dan remaja menjadi populasi dengan rerata paling tinggi.

Untuk itu Gita mengatakan perlu ada aturan baku yang bertujuan membatasi konsumsi MBDK. Tujuannya, menyelamatkan masyarakat dari ancaman penyakit tidak menular yang terus meningkat. Ia pun memberikan alasan mengapa cukai MBDK perlu segera diterapkan di Indonesia.

"Kebijakan cukai MBDK dapat membantu mengurangi konsumsi, yang merupakan upaya preventif guna menurunkan tingkat kematian terkait penyakit tidak menular," terangn Gita.

Ia juga menyoroti beban ganda penyakit tidak menular di masa pandemi Covid-19. Studi membuktikan orang dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi Covid-19 dan mengalami keparahan hingga kematian karena infeksi tersebut.

Selain dampak kesehatan, penerapan cukai MBDK juga memiliki dampak sosial dan ekonomi. Konsumsi minuman berpemanis yang berlebihan berdampak negatif pada ekonomi nasional, dalam hal ini pengeluaran untuk pembiayaan penyakit tidak menular oleh BPJS Kesehatan.

baca juga

"Laporan BPJS Kesehatan menyebut biaya layanan primer dan rujukan perawatan diabetes meningkat hingga 29 persen dari 84 triliun hingga mencapai 108 triliun rupiah," tegasnya.

Sementara itu, manfaat penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan juga akan dirasakan oleh negara. Menurut estimasi Kementerian Keuangan, cukai MBDK berpotensi meningkatkan pemasukan negara mulai Rp 2,7 triliun hingga Rp 6,25 triliun.

"Potensi tambahan penerimaan negara ini dapat digunakan untuk membantu pembiayaan upaya preventif dan promotif kesehatan masyarakat di Indonesia yang alokasi anggarannya masih sangat minim, khususnya terkait PTM seperti diabetes dan obesitas," tambahnya lagi.

Ilustrasi gula darah (Pixabay.com/stevepb)
Ilustrasi diabetes (Pixabay.com/stevepb)

Penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan juga mendapat dukungan dari Yayasan Jantung Indonesia. dr Ario Kuncoro selaku salah satu pengurus mengatakan cukai MBDK menjadi salah satu bentuk pencegahan kematian karena penyakit jantung dan pembuluh darah.

Ia menyebut saat ini masyarakat masih belum teredukasi dengan baik soal bahaya kelebihan konsumsi gula, dengan menjamurnya minuman berpemanis dalam kemasan yang bisa didapat dengan mudah.

"Kalau kita bisa membuat regulasi soal ini, bisa menjadi tonggak pentingnya upaya preventif untuk penyakit tidak menular. Tidak mudah memang karena harus berhadapan dengan industri, tapi ini challenge yang harus diambil," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beban Eksternalitas MBDK pada Publik

Beban Eksternalitas MBDK pada Publik

Opini | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Usai Purbaya Dicopot! Cukai Minuman Berpemanis Bakal Berlaku di 2027, Pengusaha Gigit jari

Usai Purbaya Dicopot! Cukai Minuman Berpemanis Bakal Berlaku di 2027, Pengusaha Gigit jari

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:54 WIB

Cukai MBDK Berlaku Tahun Depan, Kemenkeu Target Kantongi Penerimaan Rp 1,7 Triliun

Cukai MBDK Berlaku Tahun Depan, Kemenkeu Target Kantongi Penerimaan Rp 1,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:41 WIB

Cukai MBDK Resmi Masuk RUU APBN 2027, Target Penerimaan Capai Rp237,2 Triliun

Cukai MBDK Resmi Masuk RUU APBN 2027, Target Penerimaan Capai Rp237,2 Triliun

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:00 WIB

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Harga Minuman Manis Bakal Naik? Ini Bocoran Aturan 'Pajak' Minuman Berpemanis

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:53 WIB

CISDI Dorong Harga Minuman Manis Naik Minimal 20 Persen lewat Cukai

CISDI Dorong Harga Minuman Manis Naik Minimal 20 Persen lewat Cukai

News | Minggu, 13 September 2026 | 19:13 WIB

Purbaya Pastikan Cukai MBDK Belum Diterapkan Tahun Depan

Purbaya Pastikan Cukai MBDK Belum Diterapkan Tahun Depan

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Gula Melaka dari Malaysia Jadi Rahasia Es Kopi Susu Zus Coffee, Racikan Khusus untuk Indonesia

Gula Melaka dari Malaysia Jadi Rahasia Es Kopi Susu Zus Coffee, Racikan Khusus untuk Indonesia

Lifestyle | Senin, 01 Juni 2026 | 11:48 WIB

Resep Kopi Susu Biskuit ala Mikael Jasin, Cocok Temani Weekend di Rumah

Resep Kopi Susu Biskuit ala Mikael Jasin, Cocok Temani Weekend di Rumah

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:37 WIB

Terkini

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×