Mengenal Catatonia, Gangguan Mental Langka yang Bisa Bikin Tubuh Penderita Membeku

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Kamis, 16 Juni 2022 | 09:17 WIB
Mengenal Catatonia, Gangguan Mental Langka yang Bisa Bikin Tubuh Penderita Membeku
Ilustrasi gangguan mental. [Shutterstock]

Suara.com - Gangguan mental tidak hanya terbatas pada skizofrenia, gangguan kecemasan, hingga gangguan kepribadian seperti bipolar saja.

Ada gangguan mental langka yang membuat penderitanya kesulitan bergerak dan berbicara, yakni Catatonia. Saat seseorang mengalaminya, tubuhnya akan membeku seolah tidak sadarkan diri.Padhaa

Padahal, justru penderita catatonia sedang merasakan sesuatu secara intens.

"Penderita catatonia sering mengungkapkan kecemasan intens dan emngatakan mereka merasa kewalahan dengan perasaannya. Bukan tidak berpikir, (malah) mungkin mereka punya terlalu banyak pikiran," jelas psikiater dan peneliti Jonathan Rogers dari UCL, dilansir The Conversation.

Catatonia dapat berlangsung dari beberapa jam, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Beberapa orang mengalami episode berulang.

Ilustrasi seseorang dengan gangguan mental. (Pixabay)
Ilustrasi seseorang dengan gangguan mental. (Pixabay)

Ketika seorang penderita mengalami episode-nya, tubuhnya akan membeku. Bahkan, orang lain tidak dapat mengubah posisi tubuh mereka saat itu.

Setelahnya, penderita tidak sadar atau tidak ingat apa yang sudah terjadi.

Beberapa menggambarkan bahwa mereka sedang ketakutan luar biasa ketika mengalami episode. Sementara lainnya sadar akan rasa sakit karena tubuh yang kaku dalam waktu lama.

"Aku menemukannya sedang berlutut dengan dahi di lantai. Dia mengatakan dia telah mengambil posisi untuk menyelamatkan hidupnya," tulis seorang pasien.

baca juga

Tidak hanya itu, beberapa penderita mengaku mereka mendapat perintah dari suara di pikirannya (halusinasi).

Misalnya, suara tersebut memberitahu bahwa kepala penderita akan meledak ketika bergerak. Karenanya, penderita akan diam agar itu tidak terjadi.

"Tipuan maut"

Satu teori catatonia adalah bahwa kondisi ini mirip dengan "tipuan maut" pada hewan. Ini terjadi ketika hewan dihadapkan dengan pemangsa dan hewan tersebut akan membeku, memungkinkan pemangsa tidak melihat mereka.

"Catatonia tetap menjadi kondisi misterius, terjebak di antara neurologi dan psikiatri. Setidaknya dengan memahami apa yang mungkin dialami orang, kita bisa memberikan empati," tandas Rogers.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi AS: Anak yang Terlibat dalam Olahraga Tim Lebih Minim Miliki Masalah Kesehatan Mental

Studi AS: Anak yang Terlibat dalam Olahraga Tim Lebih Minim Miliki Masalah Kesehatan Mental

Health | Minggu, 05 Juni 2022 | 19:27 WIB

Psikoterapis Sebut 3 Gangguan Mental yang Rawan Tidak Terdiagnosis

Psikoterapis Sebut 3 Gangguan Mental yang Rawan Tidak Terdiagnosis

Health | Minggu, 05 Juni 2022 | 12:46 WIB

Uya Kuya soal Medina Zein: Orang Gangguan Jiwa Tak Mungkin Beri Surat Kuasa ke Pengacara

Uya Kuya soal Medina Zein: Orang Gangguan Jiwa Tak Mungkin Beri Surat Kuasa ke Pengacara

Riau | Rabu, 01 Juni 2022 | 19:08 WIB

Terkini

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

×