Terbanyak di DKI Jakarta! Kasus Covid-19 Omicron Subvarian BA.4 dan BA.5 Tembus 57

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 21 Juni 2022 | 13:20 WIB
Terbanyak di DKI Jakarta! Kasus Covid-19 Omicron Subvarian BA.4 dan BA.5 Tembus 57
Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR kepada seorang anak di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/12/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Jumlah kasus Covid-19 Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia terus bertambah. Anggota Kajian Penyakit Menular Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. dr. Erlina Burhan, Sp.P(K)., mengatakan bahwa total kasus BA.4 dan BA.5 yang sudah terkonfirmasi sebanyak 57 kasus.

"Jumlah BA.5 lebih banyak daripada BA.4. Jadi BA.5 ada 47 dan BA.4 ada 10 kasus. Kebanyakan ada di DKI lalu Jawa Barat, Bali, dan daerah lainnya," kata dokter Erlina dalam diskusi media di kantor PB IDI, Menteng, Jakarta, Selasa (21/6/2022). 

Dokter spesialis paru di RSPI Sulianti Saroso itu mengungkapkan kalau pasien BA.4 dan BA.5 bukan hanya orang dewasa. Terdapat juga pasien anak hingga usia 18 tahun. 

virus corona, covid-19, omicron BA.4 dan BA.5 (Freepik)
virus corona, covid-19, omicron BA.4 dan BA.5 (Freepik)

"Ada sebagian kecil dari kasus BA.4 dan BA.5 adalah anak-anak usia sekitar 1 hingga 16 tahun. Jadi yang 1 tahun juga ada, kalau enggak salah ini karena ikut orangtua ke satu tempat. Alhamdulillah, tidak ada yang dirawat karena memang banyak kasus pada anak ternyata ringan saja," tutur dokter Erlina.

Kebanyakan pasien juga berupa Warga Negara Indonesia (WNI), yang artinya transmisi lokal dari Omicron BA.4 dan BA.5 sudah terjadi. Oleh sebab itu, dokter Erlina meminta masyarakat agar berhati-hati terhadap paparan subvarian tersebut yang telah dipastikan lebih cepat menular.

Selain itu, infeksi Covid-19 Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 juga kebanyakan tanpa gejala maupun gejala ringan. Sehingga tidak mudah terdeteksi. Terlebih kecenderungan masyarakat yang enggan memeriksakan diri walaupun mengalami gejala mirip Covid-19.

"Karena itu, kami dari PB IDI justru ingin mengimbau masyarakat bilamana ada keluhan segeralah memeriksakan diri supaya diketahui statusnya. Kenapa penting diketahui status? Supaya kalau sakit bisa segera diobati dan orang di sekitarnya juga tidak tertular. Juga bisa membantu pemerintah untuk melakukan tracing," pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Tenaga Kerja di Malaysia di Sektor Perkebunan, Imbasnya Jam Kerja yang Lebih Panjang

Krisis Tenaga Kerja di Malaysia di Sektor Perkebunan, Imbasnya Jam Kerja yang Lebih Panjang

Video | Selasa, 21 Juni 2022 | 12:00 WIB

Klaim Dokter Terawan Soal Vaksin Nusantara: Tak Perlu Booster Hingga Ampuh Lawan Omicron Terbaru

Klaim Dokter Terawan Soal Vaksin Nusantara: Tak Perlu Booster Hingga Ampuh Lawan Omicron Terbaru

Health | Selasa, 21 Juni 2022 | 11:50 WIB

Tak hanya Covid-19 yang Harus Diwaspadai, Dirjen WHO Sebut Tuberkulosis Bunuh 1,5 Juta Orang Tiap Tahun

Tak hanya Covid-19 yang Harus Diwaspadai, Dirjen WHO Sebut Tuberkulosis Bunuh 1,5 Juta Orang Tiap Tahun

Jogja | Selasa, 21 Juni 2022 | 11:30 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB