facebook

Bahaya Suntik Silikon di Bokong, Penyebab Meninggalnya Wanita di Cipulir

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Bahaya Suntik Silikon di Bokong, Penyebab Meninggalnya Wanita di Cipulir
Ilustrasi bokong perempuan. (Shutterstock)

Berdasarkan hasil autopsi, korban mengalami gangguan jaringan di sekitar bokong.

Suara.com - Seorang wanita berinisial I (31) meninggal di apartemen di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, akibat menjadi korban malapraktik suntik silikon di bokong.

Berdasarkan hasil autopsi, korban mengalami gangguan jaringan di sekitar bokong.

"Iya berdasarkan hasil autopsi ada gangguan jaringan... yang jelas kesimpulan yang disampaikan pada kami diduga penyebab matinya ada gangguan jaringan yang disebabkan oleh masuknya benda ke dalam di bokong korban," jelas Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes pol. Budhi Herdi Susanto, Senin (20/6/2022).

Jasa suntik silikon yang dikerjakan oleh tersangka bernama Lisa (29) dan Bela (41) bertarif Rp 2,5 juta. Sementara dalam sekali praktik, korban mendapat 15 kali suntikan silikon.

Baca Juga: Mayat Perempuan di Apartmen Cipulir Ditemukan Tewas Karena Disuntik Silikon, Dua Transpuan Resmi Jadi Tersangka

Ilustrasi bokong perempuan. (Shutterstock)
Ilustrasi bokong perempuan. (Shutterstock)

"Adapun dalam sekali proses suntikan ada 15 suntikan itu, itu sekali pengerjaan tarifnya Rp2,5 juta," sambung Budhi.

Suntik silikon termasuk berbahaya dan mengancam nyawa. Karenanya, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah mengeluarkan surat peringatan keamanan tentang risiko penggunaan suntik silikon cair.

Suntik silikon dinilai tidak aman. Sebab setelah disuntikkan ke bokong, silikon dapat menyebar melalui pembuluh darah ke bagian lain di tubuh dan menyebabkan granuloma (benjolan keras akibat peradangan) dan efek samping serius lainnya.

Dilansir laman markchinmd.com dari Valley Institute of Plactic Surgery, silikon yang disuntikkan ke pembuluh darah dapat mengalir ke jantung, lalu menyebabkan serangan jantung, stroke, emboli, atau kematian mendadak.

Silikon cair dapat menyebabkan komplikasi lain seperti cacat, jaringan parut, pendarahan, masalah penyembuhan, dan infeksi.

Baca Juga: Operasi Plastik di Hidung Pakai Silikon vs Jaringan Tubuh, Mana yang Hasilnya Lebih Natural?

Komentar