7 Hal yang Penting Dilakukan agar Terhindar dari Cedera saat Bermain Bulutangkis

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 27 Juni 2022 | 16:06 WIB
7 Hal yang Penting Dilakukan agar Terhindar dari Cedera saat Bermain Bulutangkis
Ilustrasi bulutangkis. (Foto: Kassowal.com)

Suara.com - Olahraga rutin menjadi salah satu faktor gaya hidup sehat dan membuat tubuh jadi bugar. Tetapi, apabila dilakukan dengan keliru atau berlebihan, olahraga juga berpotensi timbulkan cedera.

Bulutangkis termasuk olahraga yang bisa menyebabkan cedera.

Dikatakan Spesialis Kedokteran Olahraga - dr. Antonius Andi Kurniawan, permainan bulutangkis memerlukan kecepatan, tenaga, serta kelincahan tubuh.

"Karenanya, pemain bulutangkis membutuhkan kebugaran aerobik atau kebugaran kardiorespirasi untuk dapat bermain bulutangkis," kata dr. Antonius dalam keterangan tertulis kepada Suara.com, Senin (27/6/2022).

Ilustrasi bulutangkis (Shutterstock)
Ilustrasi bulutangkis (Shutterstock)

Akibat banyak gerakan kompleks dalam teknik permaianan bulutangkis, dr. Antonius mengatakan, beberapa organ yang rawan terkena cedera seperti otot, sendi, ligamen, hingga tendon rentan.

Sebelum terjadi cedera, ada pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut. Berikut rekomendasi dari dr. Antonius:

1. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan
Mempersiapkan tubuh sebelum berolahraga dan beradaptasi dengan intensitas permainan adalah cara terbaik untuk mencegah cedera.

2. Latih Otot dan Fleksibilitas
Berdasarkan karakteristik gerakan olahraga bulu tangkis yang termasuk high impact, penting sekali seorang pemain bulutangkis mempunyai kekuatan otot dan fleksibilitas yang baik untuk mencegah terjadinya cedera.

3. Pilih Sepatu yang Tepat
Sepatu bulutangkis secara khusus dibuat untuk meredam guncangan sehingga dapat mencegah cedera pada tempurung lutut dan tulang kering.

Sepatu yang dipilih juga sebaiknya cukup ringan dengan cushion yang baik untuk dapat melindungi ankle juga memiliki sol anti selip untuk mencegah jatuh karena terpeleset.

4. Pilih Raket yang Tepat
Memilih raket bukan sekadar mengukur kekuatan benang senarnya. Tapi juga perlu disesuaikan antara berat raket dengan kemampuan dan fisik tubuh. Raket dengan berat ringan dapat mengurangi risiko cedera bahu.

5. Ukuran Grip Raket
Grip yang terlalu kecil menyebabkan pemain harus menggenggam lebih keras dan meningkatkan strain pada otot sekitar pergelangan tangan. Sedangkan grip yang terlalu besar juga membuat pemain tidak leluasa menggerakkan raket.

6. Intensitas Permainan
Gaya permaianan juga lama waktunya perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan usia.

7. Rehabilitasi Cedera sampai Tuntas
Melakukan rehabilitas cedera akibat berolahraga perlu dilakukan hingga tuntas untuk meminimalisir cedera berulang. Tindakan itu menjadi pencegahan sekunder yang sangat baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Edy Rahmayadi Optimis Segera Ada Altet Bulutangkis Asal Sumut yang Mampu Berprestasi

Edy Rahmayadi Optimis Segera Ada Altet Bulutangkis Asal Sumut yang Mampu Berprestasi

Sumut | Minggu, 26 Juni 2022 | 19:14 WIB

Alami Cedera Saat Latihan, Ganda Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin Mundur dari Malaysia Open 2022

Alami Cedera Saat Latihan, Ganda Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin Mundur dari Malaysia Open 2022

Jogja | Minggu, 26 Juni 2022 | 17:55 WIB

Ulasan Buku '50 Tips Sehat Menangkal Penyakit dengan Olahraga'

Ulasan Buku '50 Tips Sehat Menangkal Penyakit dengan Olahraga'

Your Say | Minggu, 26 Juni 2022 | 17:25 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB