Sempat Dibilang "Bukan Manusia" karena Sangat Kuat, Kini Ronnie Coleman Kesulitan Berjalan Sendiri

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:40 WIB
Sempat Dibilang "Bukan Manusia" karena Sangat Kuat, Kini Ronnie Coleman Kesulitan Berjalan Sendiri
Ronnie Coleman (Instagram)

Suara.com - Binaragawan internasional sekaligus pemegang gelar Mr Olympia selama 8 tahun berturut-turut, Ronnie Coleman, pernah disebut sebagai sosok "bukan manusia" karena memiliki ukuran tubuh dan kekuatan di atas rata-rata.

"Kau tidak memiliki kesempatan untuk terlihat seperti dirinya. Ini adalah hadiah dari Tuhan. Ini adalah hadiah dari genetika," kata rekan sesama juara angkat besi Kevin Levrone.

Kekuatan lari Ronnie yang tidak terkalahkan membuatnya mendapat julukan 'The King'. Namun kini di usianya yang sudah mencapai 50-an, Ronnie hampir tidak bisa berjalan tanpa alat bantu.

Kisah naik turun karier Ronnie terekam dalam film dokumenter Ronnie Coleman: The King, yang saat ini tayang di Netflix.

Dalam tayangan di Netflix, Ronnie hanya bisa berjalan dengan bantuan kruk. Ia terlihat terengah-engah dan tidak mampu berdiri sendiri ketika sedang bermain dengan anak-anaknya yang berusia tiga dan empat tahun di sekitar rumah.

Ronnie Coleman (Instagram)
Ronnie Coleman (Instagram)

Turunnya kondisi Ronnie akibat dari operasi di punggung dan pinggulnya. Dokter juga mengatakan bahwa penurunan kesehatan ini karena keausan degeneratif akibat bertahun-tahun latihan otot.

"Aku baru bangun di pagi hari, dan kau tahu, butuh satu menit bagiku untuk berdiri. Aku hanya harus terbiasa," kata Ronnie dalam tayangan tersebut, dilansir Daily Star.

Pria asal Texas ini sudah menderita masalah punggung bawah, herniated disc, sejak usia muda. Namun, kondisinya ini tidak menghentikannya untuk bermimpi menjadi juara dunia.

Herniated disc atau hernia nukleus pulposus (HNP) merupakan kondisi ketika salah satu bantalan atau cakram (disc) tulang rawan dari tulang belakang menonjol keluar dan menjepit saraf.

Ia menjalani beberapa operasi, dan menderita kerusakan saraf yang membuatnya mati rasa di kakinya. Ronnie pun pernah operasi akibat 4 sekrup yang terpasang di tulang punggungnya patah.

Selama ia tampil sebagai binaragawan, Ronnie harus menahan rasa sakitnya. Walau ia sudah menggunakan oxycodone, obat penghilang rasa sakit yang sering digunakan pasien kanker.

"Ketika saku tampil, tingkat rasa sakitnya naik menjai 12 atau 13. Beberapa tak tertahankan. Jika aku sangat kesakitan, aku hanya duduk sambil tampil. Sebagian besar aku selalu mencoba untuk berdiri," sambungnya.

Terlepas dari kondisinya, Ronnie tetap bersyukur dan optimis. Dia masih dalam pengobatan dan dalam video Instagram baru-baru ini, ia terlihat melatih kakinya di gym.

"Aku mungkin memiliki sedikit masalah dengan mobilitas, tetapi aku masih melatih kaki dua kali seminggu," lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Bulking Body Bak Binaragawan, Berbahayakah Untuk Kesehatan?

Punya Bulking Body Bak Binaragawan, Berbahayakah Untuk Kesehatan?

Health | Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:00 WIB

Viral Nenek-Nenek Kuat Angkat Beban Kayak Binaragawan, Aksinya Bikin Tercengang

Viral Nenek-Nenek Kuat Angkat Beban Kayak Binaragawan, Aksinya Bikin Tercengang

Lifestyle | Rabu, 25 Mei 2022 | 17:32 WIB

Banyak Binaragawan Gunakan Steroid untuk Membentuk Massa Otot, Ahli Peringatkan Bahayanya!

Banyak Binaragawan Gunakan Steroid untuk Membentuk Massa Otot, Ahli Peringatkan Bahayanya!

Health | Senin, 11 April 2022 | 13:32 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB