Penelitian Baru Temukan Gejala Cacar Monyet yang Berbeda dari Sebelumnya

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 04 Juli 2022 | 13:53 WIB
Penelitian Baru Temukan Gejala Cacar Monyet yang Berbeda dari Sebelumnya
 Ilustrasi Penderita Cacar Monyet (Pixabay)

Suara.com - Tim peneliti dari Chelsea and Westminster Hospital NHS Foundation Trust, di London melakukan peninjauan kembali mengenai gejala cacar monyet atau monkeypox.

Penelitian mereka mengamati 54 pasien cacar monyet yang datang ke klinik kesehatan seksual di London selama 12 hari pada bulan Mei 2022.

Mereka menemukan lokasi terjadi lesi kulit akibat cacar monyet berbeda dari yang disebutkan di awal. Selain itu, pasien mengalami prevalensi kelelahan dan demam yang lebih rendah.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Infectious Diseases, menunjukkan bahwa pasien dalam kelompok ini memiliki prevalensi lesi kulit yang lebih tinggi di area genital dan dubur.

Saat ini, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menyatakan bahwa ruam akibat cacar monyet biasanya muncul pertama kali di wajah, sebelum menyebar ke bagian tubuh lain. Mereka juga mengatakan kelelahan dan demam adalah gejala awal cacar monyet.

Tapi, pasien dalam penelitian ini justu tidak terlalu mengalami kelelahan dan demam dibandingkan pada kasus cacar monyet sebelumnya.

Ilustrasi Cacar Monyet (Pixabay.com/TheDigitalArtist)
Ilustrasi Cacar Monyet (Pixabay.com/TheDigitalArtist)

Sementara 18 persen pasien dalam penelitian tidak melaporkan gejala awal sebelum timbulnya lesi kulit.

"Saat ini, Inggris dan beberapa negara lain melihat peningkatan pesat dalam kasus cacar monyet di antara individu yang menghadiri klinik kesehatan seksual, tanpa hubungan yang jelas dengan negara-negara di mana penyakit itu endemik," kata Dr Nicolo Girometti dikutip dari Express.

Mengingat penularan cacar monyet bisa terjadi melalui kontak selama aktivitas seksual dan jumlah temuan klinis yang berbeda dari deskripsi sebelumnya, mereka menyarankan rincian gejala cacar monyet akut dengan demam harus ditinjau ulang dan disesuaikan dengan kondisi terbaru.

Karena, gejala cacar monyet yang terjadi sekarang ini mungkin sudah berbeda dengan kasus sebelumnya.

Semua pasien bergejala dan menunjukkan lesi kulit, yang mana 94 persen dari mereka memiliki setidaknya satu lesi kulit pada kulit genital atau perianal.

Gejala lesi kulit kali ini paling umum ditemukan di daerah anus dan penis. Tapi faktanya, seperempat pasien dites positif gonore atau klamidia pada saat yang sama dengan infeksi cacar monyet.

Hal ini menunjukkan bahwa penularan virus cacar monyet dalam kelompok ini terjadi akibat kontak dekat antara kulit, misalnya aktivitas seksual.

"Ada kemungkinan bahwa pada berbagai tahap infeksi, monkeypox dapat meniru IMS umum, seperti herpes dan sifilis," ujarnya.

Penting bagi dokter dan pasien kesehatan seksual untuk menyadari gejala cacar monyet. Karena, kesalahan diagnosis infeksi dapat mencegah kesempatan untuk intervensi yang tepat dan pencegahan penularan selanjutnya.

Gejala awal cacar monyet lainnya yang terdaftar oleh UKHSA meliputi:

  1. Sakit kepala
  2. Nyeri otot
  3. Sakit punggung
  4. Pembengkakan kelenjar getah bening
  5. Panas dingin

Dalam satu hingga lima hari setelah munculnya demam, ruam berkembang yang biasanya berawal dari wajah dan akan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tertular Cacar Monyet Melalui Sentuhan, Korban: Gejala Awal Mual dan Lelah

Tertular Cacar Monyet Melalui Sentuhan, Korban: Gejala Awal Mual dan Lelah

Video | Senin, 04 Juli 2022 | 08:00 WIB

Ngeri! Kanada Laporkan Lebih 200 Kasus Cacar Monyet

Ngeri! Kanada Laporkan Lebih 200 Kasus Cacar Monyet

Health | Sabtu, 02 Juli 2022 | 09:44 WIB

Waspada Ibu Hamil Rentan Terinfeksi Cacar Monyet, Ini Alasannya!

Waspada Ibu Hamil Rentan Terinfeksi Cacar Monyet, Ini Alasannya!

Health | Minggu, 03 Juli 2022 | 08:30 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB