Tingkatkan Kadar Hormon Testosteron, Cobalah Rutin Konsumsi Makanan Pedas!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 03 Agustus 2022 | 15:30 WIB
Tingkatkan Kadar Hormon Testosteron, Cobalah Rutin Konsumsi Makanan Pedas!
Ilustrasi makanan pedas (Unsplash/Nick Karvounis)

Suara.com - Testosteron merupakan hormon seks pria yang lebih dari 95 persen diproduksi di testis dan 6 hingga 7 miligram dikeluarkan setiap harinya.

Pria dengan hormon testosteron tinggi berkaitan dengan perilaku pengambilan risiko dan dorongan seks yang meningkat.

Tingkat hormon testosteron yang tinggi juga menyebabkan perilaku yang lebih agresif dan mudah tersinggung, memicu jerawat lebih banyak, kulit berminyak dan masalah kesehatan lain, seperti sleep apnea.

Mereka yang memiliki hormon testosteron rendah mungkin bisa meningkatkan kadarnya dengan mengonsumsi makanan tertentu.

Penelitian baru telah menemukan bahwa konsumsi makanan pedas mungkin akan sangat membantu meningkatkan kadar testosteron.

Ilustrasi penis, hormon testosteron (Pixabay/derneumann)
Ilustrasi penis, hormon testosteron (Pixabay/derneumann)

Sebelumnya, Anda harus tahu bahwa testosteron adalah hormon seks pria yang berperan dalam kesuburan, fungsi seksual, kesehatan tulang dan massa otot. Hormon testosteron ini diperlukan dalam diri seorang pria karena berbagai alasan, seperti:

  1. Perkembangan penis dan testis
  2. Pendalaman suara selama masa pubertas
  3. Munculnya rambut wajah dan kemaluan saat pubertas hingga memicu kebotakan
  4. Ukuran dan kekuatan otot
  5. Pertumbuhan dan kekuatan tulang
  6. Gairah seks atau libido
  7. Produksi sperma

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine, konsumsi makanan pedas dan hubungannya dengan testosteron endogen sedang diselidiki.

Penelitian ini melibatkan 114 pria usia antara 18-44 tahun. Mereka diminta untuk menunjukkan preferensinya tentang makanan pedas dan diminta untuk makan kentang tumbuk dengan saus lada dan garam sebelum mengevaluasi kepedasan makanan.

Para peneliti menemukan korelasi positif antara testosteron saliva endogen dan jumlah saus pedas yang dikonsumsi peserta secara sukarela dan spontan.

Sebaliknya, tidak ada hubungan yang diamati antara testosteron dan preferensi untuk makanan asin.

Studi ini menemukan bahwa konsumsi makanan pedas di kalangan pria berkaitan dengan kadar testosteron endogen. Banyaknya capsaicin, senyawa cabai yang membuatnya pedas berkaitan dengan dominasi sosial, agresi dan perilaku berani.

"Sebaliknya, kadar testosteron rendah telah dikaitkan dengan kelesuan atau suasana hati depresi," jelas peneliti dikutip dari Daily Star.

Adapun makanan yang bisa meningkatkan hormon testosteron, termasuk jahe, delima, sayuran hijau, ikan berlemak, minyak zaitun hingga bawang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Tips Menghilangkan Rasa Pedas

7 Tips Menghilangkan Rasa Pedas

| Rabu, 27 Juli 2022 | 16:00 WIB

Mengenal Andropause atau Istilah Menopause pada Laki-laki yang Dianggap 'Menyesatkan'

Mengenal Andropause atau Istilah Menopause pada Laki-laki yang Dianggap 'Menyesatkan'

Health | Selasa, 05 Juli 2022 | 15:29 WIB

3 Cara Menangani Pilek di Rumah, Coba Makan Makanan Pedas!

3 Cara Menangani Pilek di Rumah, Coba Makan Makanan Pedas!

Your Say | Minggu, 26 Juni 2022 | 10:44 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB