Menkes Sebut Ada 1 Suspek Kasus Positif Cacar Monyet

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 04 Agustus 2022 | 19:10 WIB
Menkes Sebut Ada 1 Suspek Kasus Positif Cacar Monyet
Telapak tangan pasien kasus cacar monyet dari Lodja, sebuah kota di dalam Zona Kesehatan Katako-Kombe, terlihat selama penyelidikan kesehatan di Republik Demokratik Kongo pada 1997. [ANTARA/Brian W.J. Mahy/CDC/HO via Reuters/rwa/djo]

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, masih ada satu pasien suspek infeksi cacar monyet atau monkeypox di Pati, Jawa Tengah. Sampel spesimen pasien tersebut telah diambil, sehingga saat ini tinggal menunggu hasil tes genome sequencing.

"Belum pasti (monkeypox atau bukan), masih suspek," kata Budi kepada awak media, Kamis (4/8/2022).

Pada akhir Juli, Budi juga menyampaikan bahwa ada sembilan pasien suspek monkeypox, tetapi hasilnya telah dipastikan bukan infeksi cacar monyet. 

"Kalau yang satu ini masih suspek," imbuh Budi.

 Ilustrasi Penderita Cacar Monyet - Cara Mencegah Cacar Monyet (Pixabay)
 Ilustrasi Penderita Cacar Monyet - Cara Mencegah Cacar Monyet (Pixabay)

Ia mengungkapkan bahwa pasien tersebut sempat mengalami gejala demam pada 19 Juli. Kemudian 23 Juli, pasien terpantau mengalami bintik-bintik di kulit. Pasien juga telah dirawat di rumah sejak 21 Juli. Barulah pada 29 Juli, sampel spesimen pasien diambil untuk memastikan jenis virus cacar yang menginfeksinya. 

Sebagaimana diketahui bahwa monkeypox disebabkan akibat infeksi virus monkeypox yang berasal dari keluarga orthopoxvirus. Sedangkan cacar air disebabkan infeksi virus varicella-zoster.

"Sudah diambil spesimennya tanggal 29 Juli, sekarang sedang di genome sekuencing di Kemenkes. Saya rasa harusnya dalam sehari, dua hari bisa keluar. Karena genome sekuens itu butuh sekitar 3 hari atau 5 hari untuk bisa tahu varianya apa," jelasnya. 

"Harusnya dalam 2 hari, 3 hari kalau ini keluar, konfirmasinya akan kita kasih tahu ke wartawan," janji Budi.

Untuk mencegah penularan, Kemenkes juga lakukan pelacakan kontak teehadap orang di sekitar pasien. Budi mengatakan, orang terdekat pasien telah ditelusuri dengan pengambilan serum darah.

baca juga

Dalam pernyataan terpisah, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI DR. dr. Maxi Rein Rondonuwu juga menyampaikan bahwa pengambilan sampel pasien baru dilakukan melalui oropharings atau bagian tengah faring yang terhubung ke rongga mulut.

Tetapi, untuk lebih memastikan jenis virusnya, Kemenkes berencana kembali lakukan tes dengan sampel yang berbeda.

"Sampel pertama dari oropharings memang negatif. Tapi kami ingin ambil lagi dari cairan lesi kulit," kata Maxi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Suspek Cacar Monyet di Pati Merupakan Driver, Begini Kondisinya

Pasien Suspek Cacar Monyet di Pati Merupakan Driver, Begini Kondisinya

Jawa Tengah | Kamis, 04 Agustus 2022 | 18:35 WIB

Dinkes Pati Sebut Pasien Suspek Cacar Monyet dari Wilayahnya

Dinkes Pati Sebut Pasien Suspek Cacar Monyet dari Wilayahnya

Jawa Tengah | Kamis, 04 Agustus 2022 | 18:30 WIB

Hasil Tes Pasien Suspek Cacar Monyet di Jawa Tengah Negatif

Hasil Tes Pasien Suspek Cacar Monyet di Jawa Tengah Negatif

Semarang | Kamis, 04 Agustus 2022 | 18:04 WIB

Terkini

Bisnis Asal Malang Layani 250 Persen Lebih Banyak Pelanggan Berkat AI WhatsApp

Bisnis Asal Malang Layani 250 Persen Lebih Banyak Pelanggan Berkat AI WhatsApp

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:24 WIB

9 Fakta Film Narnia: The Magician's Nephew Karya Greta Gerwig

9 Fakta Film Narnia: The Magician's Nephew Karya Greta Gerwig

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Melihat Data, Mengapa Warga RI Makin Matang alias Makan Utang?

Melihat Data, Mengapa Warga RI Makin Matang alias Makan Utang?

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Dugaan Korupsi Program Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat: 126 Saksi Diperiksa, Negara Rugi Segini

Dugaan Korupsi Program Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat: 126 Saksi Diperiksa, Negara Rugi Segini

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Blackout Hari Ketiga, Warga Bintan Kesulitan Air Bersih dan Komunikasi

Blackout Hari Ketiga, Warga Bintan Kesulitan Air Bersih dan Komunikasi

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Dunia Makin Terkoneksi: Kecerdasan Buatan Diproyeksi Hapus Hambatan Bahasa Lintas Negara

Dunia Makin Terkoneksi: Kecerdasan Buatan Diproyeksi Hapus Hambatan Bahasa Lintas Negara

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:19 WIB

KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

KTT Manila Bakal Panas, Krisis Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Jadi Bahasan Utama

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Hadapi Dakwaan Pemerasan dan TPPU Rp354 Miliar, Febrie Ajukan Dua Nota Perlawanan

Hadapi Dakwaan Pemerasan dan TPPU Rp354 Miliar, Febrie Ajukan Dua Nota Perlawanan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:16 WIB

DPRD DKI Usul Satgas Sampah Tingkat Kelurahan, Pengelola Bank Sampah Diusulkan Dapat Insentif

DPRD DKI Usul Satgas Sampah Tingkat Kelurahan, Pengelola Bank Sampah Diusulkan Dapat Insentif

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:16 WIB

OTT KPK di BNPB, Eks Menkeu Purbaya Pernah Ingatkan Jangan Mark Up Dana Bencana

OTT KPK di BNPB, Eks Menkeu Purbaya Pernah Ingatkan Jangan Mark Up Dana Bencana

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:13 WIB

×