14 Alasan Orang Berkeringat Saat Tidur, Jangan Diselepekan!

Ruth Meliana Dwi Indriani
14 Alasan Orang Berkeringat Saat Tidur, Jangan Diselepekan!
Ilustrasi tidur (Pexels)

Berkeringat secara berlebihan tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari yang salah satunya adalah saat tidur. Berikut ini 14 alasan banyak orang berkeringat saat tidur.

Suara.com - Berkeringat secara berlebihan tentu mengganggu, terlebih jika sedang tertidur dan bangun dengan basah kuyup di atas kasur. Pada umumnya, berkeringat saat malam hari tidak berbahaya dan mudah diatasi. Namun, kondisi itu juga bisa menjadi tanda permasalahan kesehatan yang serius.

Menurut Peter Polos, Spesialis Obat Tidur dan Ahli Tidur Sleep Number, suhu tubuh saat tidur biasanya berada di antara 97 hingga 99 derajat Fahternheit dan menurun selama fase tidur sebesar 1,5 hingga 2 derajat.

Penurunan suhu ini sangat penting untuk tubuh dan membuat seseorang mengantuk. Jika suhu tubuh tidak menurun, kemungkinan seseorang akan berkeringat deras.

Menyadur Womenshealthmag, berikut ini alasan orang banyak berkeringat saat tidur:

Baca Juga: Suami Mengigau Ketakutan Istri Iseng Cekik Leher Suami

1. Ruangan Terlalu Panas

Suhu ruangan harus di bawah 70 derajat fahernheit agar tidak terlalu panas. Selain suhu ruangan, pakaian juga dapat menyebabkan tidur tidak nyenyak dan berkeringat. 

2. Menderita Hiperhidrosis

Hiperhidrosis adalah keringat berlebih. Hiperhidrosis mempengaruhi tubuh tertentu seperti telapak tangan, ketiak, kaki, dan kepala.

Kondisi hiperhidrosis ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, penderita hiperhidrosis dapat berkonsultasi dengan dokter kulit.

Baca Juga: Video Viral Mahasiswa Baru UNP Tidur saat Ospek Daring, Diketawai Temannya di Auditorium

3. Bermimpi Buruk

Mimpi buruk menjadi salah satu penyebab Anda berkeringat secara berlebihan. Jika berlangsung secara konstan, maka Anda harus menemui dokter agar mengetahui penyebabnya yang kemungkinan adalah stres berkepanjangan.

4. Perubahan Hormon

Tubuh terkadang mengalami perubahan hormonal seperti menopause. Menopause dikaitkan dengan hot flashes yang membuat seseorang berkeringat bahkan saat tertidur. 

5. Kecemasan

Berkeringat secara berlebihan dapat menjadi gejala fisik yang merupakan bentuk dari kecemasan yang berlebihan. Berkeringat menjadi respons diri atas tindakan flight or fight yang dilakukan.

Hormon stres dapat meningkatkan pengeluaran energi dan keringat yang akan mendinginkan suhu tubuh. Solusi yang dapat diterapkan yakni dengan meditasi.

6. Olahraga Mendekati Waktu Tidur

Berolahraga sebelum waktu tidur dapat meningkatkan metabolisme dan menyebabkan Anda berkeringat.

7. Mengonsumsi Obat Anti Depresan

Pasien yang mengonsumsi obat anti depresan dapat menyebabkan reaksi adrenergik yang berkaitan dengan tingkat adrenalin dan menyebabkan berkeringat. Solusi yang dapat dilakukan yakni berkonsultasi dengan dokter jika mengganti obat dimungkinkan.

8. Tubuh Melawan Infeksi

Tubuh melawan infeksi karena menyadari ada yang tidak beres. Jika gejala konstan dan tidak kunjung berkurang, sebaiknya konsultasikan diri ke dokter.

9. Menderita Limfoma

Limfoma adalah kanker kekebalan tubuh. Menurut National Library of Medicine, limfoma dapat menyebabkan penurunan berat badan, demam dan keringat malam.

Tubuh mengenali limfoma sebagai sesuatu yang harus dilawan dan dengan menaikkan suhu tubuh, tubuh melawannya.

10. Mengalami Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi saat kadar gula darah turun terlalu rendah dan menyebabkan kebingungan, pusing, dan keringat malam.

Ketika gula darah terlalu rendah, tubuh akan menggunakan hormon kortisol untuk mempertahankan kadar gula darah sehingga tubuh mengaktifkan sistem saraf otonom yang bertanggungjawab atas kelenjar tubuh.

11. Menderita Hipertiroidisme

Penderita hipertiroidisme memiliki tiroid yang aktif dan menghasilkan banyak hormon tiroid dari yang dibutuhkan tubuh. Hormon ini mempengaruhi cara tubuh bekerja termasuk membuat tubuh berkeringat pada malam hari.

12. Mengalami Tumor Langka di Kelenjar Adrenal (Pheochromocytoma)

Pheochromocytoma sangat jarang terjadi. Gejala yang diderita pheochromocytoma adalah sakit kepala, berkeringat, dan episodik atau peningkatan detak jantung yang cepat. 

13.   Mengalami Gangguan Hormon Sindrom Karsinoid

Jika seseorang mengalami gangguan hormon maka berkeringat di malam hari adalah gejala umumnya. Hal ini karena gangguan hormon merusak fungsi tubuh. Gejala lain yang terkait dengan kondisi ini adalah kemerahan, diare, dan kesulitan bernafas.

14. Menderita Kondisi Neurologis 

Salah satu kondiri neurologis yang mengganggu yakni syringomyelia pasca-trauma. Kondisi ini juga dapat menyebabkan keringat malam karena sistem saraf memberikan kontrol tidak sadar atas otot polis seperti pupil, kelenjar dan usus.

Kerusakan pada sistem saraf menyebabkan kelenjar keringat tidak berfungsi dengan tepat.

Demikian 14 alasan banyak orang berkeringat saat tidur. Selanjutnya diketahui bahwa keringat merupakan respon tubuh. Jika terjadi secara berlebihan, maka sebaiknya harus memeriksakan diri ke dokter agar diketahui faktor penyebabnya.

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Komentar