Cegah Diskriminasi, 4 Fakta WHO Ganti Nama Cacar Monyet Jadi Clade

Rabu, 17 Agustus 2022 | 10:37 WIB
Cegah Diskriminasi, 4 Fakta WHO Ganti Nama Cacar Monyet Jadi Clade
Fakta WHO ganti nama cacar monyet jadi Clade - Ilustrasi Cacar Monyet (Pixabay/geralt)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengganti nama cacar monyet atau monkeypox menjadi clade. Penggantian nama virus cacar monyet tersebut memang sudah lama diusulkan WHO untuk menghindari terjadinya stigmatisasi.

Lantas apa alasan sebenarnya WHO mengganti nama cacar monyet alias monkeypox? Melansir dari laman resmi WHO, berikut fakta-fakta WHO mengganti nama cacar monyet (monkeypox) jadi clade.

1. Alasan Penggantian Nama Cacar Monyet

Rupanya banyak kritik yang muncul terkait penamaan cacar monyet atau monkeypox. Hal tersebut pun dikhawatirkan dapat membawa konotasi diskriminatif dan memicu stigmatisasi.

2. Penamaan Ulang Penyakit Cacar Monyet

Setelah berdiskusi, disepakati bahwa nama penyakit cacar monyet diubah menjadi clades. Pergantian nama cacar monyet ini merujuk pada clade Congo Basin (Afrika Tengah) sebagai Clade satu (I) dan Clade Afrika Barat sebagai Clade Dua (II).

Disepakati pula bahwa Clade II terdiri dari dua subclade. Struktur penamaan clade atau varian tersebut akan diwakili oleh angka Romawi. Sementara subclade akan diwakili dengan karakter alfanumerik huruf kecil.

3. Nama Cacar Monyet Dinilai Tak Relevan

Penggantian nama cacar monyet atau monkeypox karena adanya diskriminasi yang banyak dialami hewan monyet di beberapa negara. Diketahui virus cacar monyet ini pada awalnya dinamai seperti itu karena ditemukan pertama kali pada 1958 pada monyet yang sedang diteliti di salah satu laboratorium di Denmark.

Baca Juga: Diganti Karena Dianggap Problematik, Apa Nama Baru Cacar Monyet dari WHO?

Namun, kini nama tersebut dianggap sudah tak lagi relevan karena penularan virus tak lagi disebabkan oleh monyet.

"Penamaan virus yang baru diidentifikasi, penyakit terkait, ataupun varian virus harus diberi nama dengan tujuan untuk menghindari pelanggaran terhadap kelompok budaya, sosial, nasional, regional, profesional, atau etnis dan meminimalkan dampak negatif pada perdagangan, perjalanan, pariwisata, dan kesejahteraan hewan," tulis WHO melalui laman resminya. 

4. Gejala Clades

Clades bisa menular dari manusia ke manusia sehingga patut diwaspadai. Berikut ini adalah gejala clades:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sakit otot dan sakit punggung
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Panas dingin
  • Kelelahan
  • Ruam yang dapat terlihat seperti jerawat atau lepuh yang muncul di wajah, di dalam mulut, dan di bagian tubuh lainnya, seperti tangan, kaki, dada, alat kelamin, atau anus. 

Ruam tersebut melewati tahap yang berbeda sebelum sembuh total. Penyakit ini biasanya berlangsung 2-4 minggu. Terkadang orang mengalami ruam terlebih dahulu, diikuti oleh gejala lainnya, sementara yang lain hanya mengalami ruam.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI