Media Amerika Serikat Kritik Respons Gedung Putih Terhadap Cacar Monyet yang Lambat: Bisa Sebabkan Bencana Kesehatan

M. Reza Sulaiman

Rabu, 17 Agustus 2022 | 22:17 WIB
Media Amerika Serikat Kritik Respons Gedung Putih Terhadap Cacar Monyet yang Lambat: Bisa Sebabkan Bencana Kesehatan
ilustrasi cacar monyet alias monkeypox. (Dok. Envato)

Suara.com - Kritik terhadap penanganan penyakit cacar monyet di Amerika Serikat dilontarkan oleh salah satu media ternama AS, The Boston Globe.

Dalam laporan terbarunya, The Boston Globe memberikan kritik terhadap respons penanganan cacar monyet yang dinilai lambat, yang berpotensi menyebabkan terjadinya bencana kesehatan.

"Yang mengejutkan, pejabat kesehatan masyarakat dan pemimpin politik menanggapi cacar monyet dengan mengulangi hampir setiap kesalahan yang mereka lakukan pada 2020 dengan COVID-19, yaitu akses yang terbatas untuk melakukan tes, manajemen vaksin yang tidak efisien, hambatan administratif untuk mengakses pengobatan, dan komunikasi yang buruk dengan publik," tulis berita yang terbit pada Senin (15/8) itu, dilansir ANTARA.

Ilustrasi Cacar Monyet (Shutterstock)
Ilustrasi Cacar Monyet (Shutterstock)

Kurangnya urgensi dalam respons pemerintah federal ditambah dengan dampak cacar monyet pada pria gay dan biseksual juga mengingatkan kembali akan pengabaian yang ditunjukkan oleh para pemimpin daerah, negara bagian, dan federal pada masa-masa awal AIDS merebak, urai laporan itu.

"Akibatnya, negara ini mengalami bencana kesehatan masyarakat lain yang dapat, dan seharusnya, dihindari," kata laporan itu.

Fakta Baru Penyakit Cacar Monyet

Fakta baru cacar monyet diungkap pakar infeksi, bahwa cacar monyet tetap bisa menular meski pasien belum mengeluarkan lesi kulit atau luka cacar monyet.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Penyakit Infeksi, dr. Robert Sinto Sp.PD mengatakan fakta ini terungkap berdasarkan temuan ada 26 persen pasien cacar monyet yang tidak merasa sudah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

Sehingga meski belum mengeluarkan lesi kulit atau ruam cacar monyet dan hanya sebatas demam dan sakit kepala, orang tersebut sudah bisa menularkan virus.

baca juga

"Baru ketika muncul keluhan awal, gejala awal seperti demam, sakit kepala, yang bersangkutan sudah mulai potensial sebagai penular, tidak menunggu lesi kulitnya muncul," ujar dr. Robert dalam acara diskusi Fakuktas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.

Namun dr. Robert menegaskan bahwa tidak semua orang yang melakukan kontak dengan pasien cacar monyet, langsung dilakukan isolasi atau karantina.

Kondisi ini berbeda dengan Covid-19, dimana siapapun yang melakukan kontak dengan pasien terinfeksi harus diisolasi atau karantina mandiri.

"Pasien yang kontak dengan seseorang yang terbukti monkeypox, tidak semerta merta kita isolasi sampai yang bersangkutan menunjukan gejala awal," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 07:53 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

25 Tahun Serangan 9/11, Cerita Mereka yang Bertugas saat 4 Pesawat Tabrak WTC

25 Tahun Serangan 9/11, Cerita Mereka yang Bertugas saat 4 Pesawat Tabrak WTC

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:35 WIB

Sikap Donald Trump Soal Peluang Negosiasi Amerika Serikat dan Iran, Bakal Benar-benar Damai?

Sikap Donald Trump Soal Peluang Negosiasi Amerika Serikat dan Iran, Bakal Benar-benar Damai?

News | Kamis, 10 September 2026 | 12:43 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Akibat Serangan Tanker Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Akibat Serangan Tanker Selat Hormuz

News | Kamis, 10 September 2026 | 10:27 WIB

Harga Minyak Dunia Dekati 100 dolar AS per Barel setelah Amerika dan Iran Saling Serang

Harga Minyak Dunia Dekati 100 dolar AS per Barel setelah Amerika dan Iran Saling Serang

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 12:14 WIB

Rudal Iran Rusak Hangar Jet Tempur AS di Pangkalan Yordania

Rudal Iran Rusak Hangar Jet Tempur AS di Pangkalan Yordania

News | Rabu, 09 September 2026 | 11:32 WIB

AS Resmi Jatuhkan 36 Sanksi Baru untuk Lumpuhkan Iran, Pesawat Sipil Dilarang Melintas

AS Resmi Jatuhkan 36 Sanksi Baru untuk Lumpuhkan Iran, Pesawat Sipil Dilarang Melintas

News | Rabu, 09 September 2026 | 09:03 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan

Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 09:40 WIB

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:26 WIB

7 Wallpaper Laptop Penarik Keberuntungan Karir dan Wirausaha menurut Feng Shui dan Psikologi

7 Wallpaper Laptop Penarik Keberuntungan Karir dan Wirausaha menurut Feng Shui dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 09:25 WIB

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

Dari Jawa Tengah, MTQ Nasional XXXI Pancarkan Kedamaian dan Pererat Kebersamaan

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:17 WIB

4 Serum Bioaqua untuk Anti-Aging di Bawah Rp30 Ribu, Wajah Kencang Awet Muda

4 Serum Bioaqua untuk Anti-Aging di Bawah Rp30 Ribu, Wajah Kencang Awet Muda

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 09:15 WIB

Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang

Tupi dan Wajah Muram Legendaris Penyelamat Hutan Rindang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 09:10 WIB

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026

Jawa Tengah | Minggu, 13 September 2026 | 09:08 WIB

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:05 WIB

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 09:00 WIB

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:55 WIB

×