Setop Kebiasaan Buang Minyak Jelantah ke Tanah dan Selokan, Ini Bahayanya!

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 29 Agustus 2022 | 08:40 WIB
Setop Kebiasaan Buang Minyak Jelantah ke Tanah dan Selokan, Ini Bahayanya!
Ilustrasi minyak bekas atau minyak jelantah (suara.com/Susetyo)

Suara.com - Untuk alasan kepraktisan, tak sedikit orang kerap membuang minyak jelantah atau minyak sawit bekas ke tanah atau selokan. Padahal, hal ini sangat tidak disarankan karena sangat berbahaya.

Dikatakan General Manager PT. Sejahtera Karna Menggoreng (SKM), Fachrul Fauzi, cara instan membuang minyak jelantah di selokan bisa membuat sumbatan saluran air.

"Itu karena ketika minyak jelantah terlalu sering dibuang ke selokan, itu akan menjadi lemak membeku dan menyumbat saluran air di rumah, jadi perlu berhati-hati," ujar Fachrul saat konferensi pers peluncuran Aplikasi J-Lantah di Jakarta Pusat, Sabtu (27/8/2022).

Ia menambahkan, jika minyak jelantah dibuang ke tanah, akan merusak unsur tanah tersebut, dan merusak lingkungan. Dan yang lebih membahayakan, bisa membuat tanah jadi berwarna hitam pekat.

"Limbah minyak jelantah yang dibuang ke tanah ini dapat menyumbat pori-pori tanah, mencemari air tanah, dan menyumbat saluran drainase," papar Fachrul.

Bahkan dari data yang didapatnya, penelitian membuktikan hanya 1 liter minyak jelantah bisa mencemari 1.000 liter hingga 1 juta liter air tanah.

"Padahal minyak jelantah tersebut jika dikumpulkan sebenarnya dapat dimanfaatkan, yaitu salah satunya untuk menjadi bahan baku biodiesel," pungkas Fachrul.

Biodiesel adalah bahan bakar nabati untuk aplikasi mesin atau motor diesel berupa ester metil asam lemak, yang terbuat dari minyak nabati atau lemak hewani melalui proses esterifikasi atau transesterifikasi.

Inilah sebabnya, alih-alih merusak lingkungan dengan membuang minyak jelantah di sembarang tempat, ia menyarankan agar minyak jelantah dikumpulkan dan ditukar jadi sumber pundi rupiah serta jadi penghasilan baru.

Salah satunya dengan cara mengumpulkan minimal 1 liter minyak jelantah bekas pakai, mencari mitra aplikasi J-Lantah lewat aplikasi, lalu ditukarkan menjadi poin yang bisa diubah ke rupiah.

Adapun untuk 1 liter minyak jelantah, dihargai 3.000 poin, yang setara dengan Rp 3.000, lalu uangnya bisa dicairkan dan dikirim ke rekening bank pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Boleh Sembarangan, Ternyata Begini Cara Buang Minyak Goreng Jelantah di Jepang

Tak Boleh Sembarangan, Ternyata Begini Cara Buang Minyak Goreng Jelantah di Jepang

Lifestyle | Selasa, 21 Juni 2022 | 08:57 WIB

Tutorial Bikin Kompor dari Barang Bekas Pakai Minyak Jelantah, Nggak Perlu Gas LPG!

Tutorial Bikin Kompor dari Barang Bekas Pakai Minyak Jelantah, Nggak Perlu Gas LPG!

Lifestyle | Jum'at, 13 Mei 2022 | 11:07 WIB

Punya Nilai Ekonomi, Zaki Iskandar Dorong Masyarakat Kelola Minyak Jelantah

Punya Nilai Ekonomi, Zaki Iskandar Dorong Masyarakat Kelola Minyak Jelantah

Bisnis | Kamis, 21 April 2022 | 09:47 WIB

Terkini

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB