Tiba-Tiba Kaki Terasa Lemas di Siang Hari hingga Tak Bisa Berdiri? Mungkin Kondisi Medis Ini Perlu Anda Tahu

Minggu, 28 Agustus 2022 | 20:55 WIB
Tiba-Tiba Kaki Terasa Lemas di Siang Hari hingga Tak Bisa Berdiri? Mungkin Kondisi Medis Ini Perlu Anda Tahu
Ilustrasi cataplexy (shutterstock)

Suara.com - Pernahkah Anda mengalami kelemahan otot mendadak yang terasa ingin pingsan? Kemungkinan Anda mengalami cataplexy.

Cataplexy mengacu pada episode kelemahan otot yang biasanya terjadi bersamaan dengan narkolepsi tingkat satu. Sekiranya 75 persen orang yang menderita gangguan tidur tersebut mengalami cataplexy.

Narkolepsi merupakan gangguan sistem saraf yang menyebabkan rasa kantuk berlebih di siang hari, serta tertidur secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu maupun tempat.

Tetapi pada populasi umum, gejala ini sangat jarang, dengan kurang dari satu persen mereka yang tidak menderita narkolepsi mengalami cataplexy.

Menyadur Insider, cataplexy bisa menyerupai pingsan, terutama ketika lutut Anda mendadak lemas dan menekuk.

ilustrasi pusing (pixabay.com/RobinHiggins)
ilustrasi kelemahan otot (pixabay.com/RobinHiggins)

Saat mengalaminya, penderita bisa tiba-tiba merasa lemah dan kesulitan berdiri, atau bahkan tersenyum. Tetapi perbedaan utamanya adalah penderita tetap sadar, bahkan jika matanya tertutup.

Sayangnya, belum ada obat untuk kondisi cataplexy. Namun, obat-obatan dapat mengatasi gejalanya.

Gejala cataplexy

"Gejalanya konsisten sepanjang usia, tetapi bervariasi dari orang ke orang, dari sedikit mengendurnya otot wajah hingga jatuh," kata Direktur Klinis di LifeMD, David Culpepper.

Baca Juga: Hadapi PSM Makassar di BRI Liga 1, Gelandang Persib Bandung Ini Akui Tak Peduli Kekuatan dan Kelemahan Lawan

Beberapa tanda utama cataplexy adalah:

  • Kelemahan otot yang tiba-tiba di kedua sisi tubuh akibat emosi yang meningkat, seperti pikiran ketakutan, kegembiraan, stres, dan kemarahan
  • Ketidakmampuan menggerakkan otot wajah secara tiba-tiba
  • Bicara cadel
  • Penglihatan kabur
  • Kesulitan memfokuskan mata

Para ahli yakin bahwa cataplexy disebabkan oleh kekurangan hormon hipokretin di otak, yang membantu mengontrol tidur dan tingkat energi.

Rendahnya kadar hormon ini dapat menyebabkan kelemahan otot di siang hari. Emosi intens, seperti tertawa, kesedihan, ketakutan, dan kegembiraan, juga dapat memicu cataplexy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI